Pertama dalam Sejarah! Musda Golkar Sulsel Buka Pintu Sidang untuk Pengamat Politik dan Mahasiswa, Kuota Terbatas

Musda Partai Golkar Sulawesi Selatan dalam sketsa imajiansi AI.

NETSULSEL | Makassar, Dobrakan baru dilakukan oleh DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan dalam pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Musda tingkat provinsi, Partai Golkar resmi membuka ruang bagi kalangan akademisi (pengamat politik) dan mahasiswa Sospol/Hukum untuk masuk ke dalam ruang sidang utama.

​Keputusan mengejutkan ini disepakati dalam Rapat Pleno DPD Golkar Sulsel yang dipimpin Plt Ketua Muhiddin M Said semalam. Koordinator SC, Armin Mustamin Toputiri, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk mendekatkan dunia akademik dengan realitas politik praktis.

​”Saya kira ini kali pertama Musda parpol memberi kesempatan pada akademisi dan mahasiswa. Di internal Golkar sendiri, baru beberapa kali di tingkat Munas hal seperti ini dilaksanakan,” jelas Armin.

​Kendati demikian, status mereka di dalam persidangan adalah sebagai Pengamat. Artinya, mereka diperbolehkan mengikuti dan menyaksikan seluruh jalannya sidang secara langsung, namun tidak memiliki hak suara maupun hak bicara.

​Karena ketatnya pengamanan digital di pintu masuk ruang sidang, panitia membatasi kuota hanya untuk 10 orang pengamat politik dan 15 orang mahasiswa. Bagi yang berminat, pendaftaran telah dibuka di Kantor Golkar Sulsel dengan syarat membawa Surat Rekomendasi resmi dari perguruan tinggi masing-masing.

​”Bagi pengamat yang lolos, kami siapkan konsumsi selama acara berlangsung, namun untuk akomodasi tidak kami sediakan. Nanti mereka akan diberikan ID Card berhologram khusus,” kunci Armin. (ita)