Hangat dan Tanpa Sekat, Kala Pimpinan Polisi dan Kejaksaan Makassar Duduk Melingkar Lepas Penat

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, bersama Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Rise Sandiyantanti, datang berkunjung. Kehadiran mereka beserta jajaran disambut dengan senyum hangat oleh sang tuan rumah, Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Andi Panca Sakti.

NETSULSEL | Makassar, ​Siang itu, Rabu (15/7/2026), suasana di Kantor Kejaksaan Negeri Makassar di Jalan Amanagappa terasa berbeda dari biasanya. Tidak ada ketegangan khas ruang sidang atau tumpukan berkas perkara yang kaku. Yang ada justru gelak tawa dan obrolan santai yang mengalir begitu saja di antara para penegak hukum.

​Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, bersama Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Rise Sandiyantanti, datang berkunjung. Kehadiran mereka beserta jajaran disambut dengan senyum hangat oleh sang tuan rumah, Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Andi Panca Sakti.

Sinergi yang Lahir dari Rasa Saling Percaya

​Bagi mereka, penegakan hukum di Kota Daeng bukan sekadar urusan pasal, birokrasi, atau dokumen formal di atas meja. Lebih dari itu, ini tentang bagaimana manusia-manusia di baliknya bisa saling memahami, berkomunikasi, dan menyamakan frekuensi demi kenyamanan warga Makassar.

​”Kami ini mitra kerja yang saling membutuhkan, ibarat dua sisi koin yang tidak bisa dipisahkan. Hubungan baik yang sudah ada harus terus dirawat. Kalau komunikasinya lancar, masalah seberat apa pun di lapangan pasti bisa kita cari solusinya bersama-sama,” ungkap Kombes Pol Arya Perdana hangat.

​Arya juga berseloroh bahwa kunjungan ini murni silaturahmi tanpa embel-embel agenda khusus atau pembahasan kasus sensitif. Ini adalah kunjungan balasan layaknya sahabat lama yang saling bertandang.

​”Biasa Bertemu Informal, Kali Ini Kami Rapikan Lewat Silaturahmi”

​Menariknya, koordinasi antara korps baju cokelat dan baju cokelat tua ini sebenarnya sudah menjadi “makanan sehari-hari”. Hal ini diakui langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Andi Panca Sakti.

​Menurut Andi, hubungan mereka jauh dari kesan kaku:

  • Komunikasi Tanpa Sekat: Secara informal, mereka hampir setiap hari berkomunikasi dan berpapasan di berbagai kegiatan lapangan.
  • Solutif dan Cepat: Jika ada hal mendesak yang butuh dikoordinasikan, telepon langsung atau diskusi santai biasanya sudah cukup untuk menyelesaikan masalah.
  • Simbol Solidaritas: Pertemuan formal hari ini menjadi momentum manis untuk mempertegas kepada publik bahwa kedua instansi ini berjalan beriringan dengan visi yang sama.

​Saat sempat disinggung mengenai beberapa isu yang belakangan berkembang di masyarakat, Kajari Makassar memilih menanggapinya dengan kepala dingin. Tanpa ingin berspekulasi liar, ia menegaskan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah memberikan pelayanan terbaik yang profesional dan transparan.

​Pertemuan siang itu pun ditutup dengan sesi foto bersama, jabat erat tangan, dan komitmen yang kian solid. Sebuah pemandangan sejuk yang mengirimkan pesan damai bagi seluruh masyarakat Kota Makassar: bahwa hukum di kota ini dijaga oleh sinergi yang kokoh dan humanis.(Syamsul)