Suntikan Hangat Menteri Ara untuk H. Badris, Dari Bisik-Bisik Menara Mandiri hingga Tantangan “Akad” Raksasa di Sulsel

"inimi" seru Menteri Perumahan, Maruar Sirait dengan khas langgam Makassar, saat diperkenalkan H.Badris sebagai Calon Ketua DPD REI Sulawesi Selatan 2026

NETSULSEL | Jakarta, Di balik megahnya peresmian kantor baru Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) di Gedung Menara Mandiri, Jakarta, Kamis (16/7), terselip sebuah momen humanis penuh keakraban yang menjadi buah bibir. Pertemuan hangat antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait—yang akrab disapa Menteri Ara—dengan maestro properti asal Sulawesi Selatan, H. Badris Salam (HBS), mencuri perhatian banyak pihak.

​Momen itu bermula ketika Sekjen DPP Real Estate Indonesia (REI), Raymond Arfandi, menepuk pundak Menteri Ara sambil menunjuk sosok H. Badris. Dengan gaya kasual khas tokoh Sulsel, Raymond langsung “menjual” kualitas sang kolega kepada sang menteri.

​”Pak Menteri, perkenalkan ini Pak HBS. Beliau ini pengembang andalan kami di timur Indonesia, dan sangat layak memimpin gerbong DPD REI Sulsel ke depan,” seloroh Raymond, yang langsung disambut senyum sumringah oleh Menteri Ara.

​Restu Hangat, Dukungan Nyata, dan Seloroh Politik-Ekonomi
Mendengar bisikan rekomendasi tersebut, Menteri Ara tidak butuh waktu lama untuk mengangguk setuju. Dengan gaya kepemimpinannya yang cair namun taktis, Menteri Ara memberikan lampu hijau sekaligus dukungan moral penuh kepada H. Badris untuk menakhodai REI Sulsel.

“inimi” kata Ara ala khas langgam makassar, sembari menatap H Badris,

​Bagi Menteri Ara, urusan perumahan rakyat bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan tentang siapa eksekutor di lapangan. Dan rekam jejak H. Badris sebagai nakhoda Bumi Pundi Karsa Holding Company—pengembang terbesar ke-3 secara nasional—menjadi garansi mutlak yang membuat menteri jatuh hati.

​”Kalau pengembang sekaliber Pak Badris yang pimpin, urusan rumah rakyat di Sulsel pasti beres. Tapi tunggu dulu, tidak ada dukungan yang gratis!” canda Menteri Ara sembari tertawa, mencairkan suasana protokoler yang kaku menjadi sangat humanis.

​Tantangan “Akad” Massal: Siapkah Sulsel Menjadi Pusat Perhatian Nasional?

​”Uang muka” dari dukungan politik-ekonomi Menteri Ara tersebut langsung dibayar tunai berupa sebuah tantangan kelas berat. Menteri Ara menantang H. Badris dan jajaran REI Sulsel untuk menyiapkan proyek perumahan dengan kualitas paling jempolan di Sulawesi Selatan.

​Tujuannya? Menteri Ara ingin menyulap Sulawesi Selatan menjadi episentrum tunggal pelaksanaan Akad Massal Nasional tahun depan. Sebuah hajatan raksasa yang akan mempertemukan ribuan debitur impian dengan kunci rumah pertama mereka.

​”Pak Menteri menantang saya langsung. Beliau ingin Sulsel siap jadi tuan rumah akad massal skala nasional. Ini bukan cuma soal bisnis, tapi soal harga diri daerah untuk membuktikan bahwa kualitas hunian kita tidak kalah dengan Jawa,” ungkap H. Badris dengan mata berbinar pasca-pertemuan.

​Misi Mulia di Balik Tembok Rumah Rakyat
​Sinergi antara H. Badris dan Kementerian PKP sebenarnya bukan barang baru. Hubungan “kemistri” keduanya sudah terpupuk sejak HUT REI di Bandar Lampung beberapa waktu lalu. Saat itu, Menteri Ara secara khusus meminta HBS untuk ngebut membantu program prioritas “3 Juta Rumah” pemerintah.

​Bagi H. Badris, membangun rumah bukan sekadar menyusun bata dan menyemen dinding demi keuntungan ekonomi. Ada denyut kemanusiaan di sana: memastikan sebuah keluarga kecil bisa tidur nyenyak tanpa khawatir atap bocor saat hujan, atau memikirkan kontrak rumah yang habis bulan depan.

​Pertemuan di Jakarta ini menjadi bukti bahwa ketika politik dan ekonomi bertemu dengan ketulusan untuk membangun daerah, yang lahir adalah kolaborasi luar biasa. Di bawah kepemimpinan masa depan yang matang dan didukung penuh oleh pusat, mimpi masyarakat Sulawesi Selatan untuk memiliki hunian layak kini terasa selangkah lebih dekat. (qassam)