TNI AL Kerahkan KRI Marlin-877 Jembatani Harapan di Laut Flores: 52 Jiwa Selamat, Korban Lain Terus Dicari

Salah satu korban penumpang KLM Nurul Salsa 01 yang selamat sukses dievakuasi oleh tim AL

SELAYAR – Di tengah deburan ombak Laut Flores yang tak menentu, sebuah misi kemanusiaan penuh kepedulian tengah dipertaruhkan demi menyelamatkan nyawa manusia. Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) bergerak cepat mengerahkan kapal perang kebanggaan, KRI Marlin-877, untuk menembus kegelapan malam pasca-tenggelamnya kapal penumpang KLM Nurul Salsa 01 di sebelah selatan Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kehadiran TNI Angkatan Laut di koordinat kritis ini bukan sekadar tugas operasional, melainkan wujud nyata dari komitmen suci melindungi dan memeluk masyarakat yang sedang bertaruh nyawa di lautan lepas.

​Tragedi yang menyayat hati ini bermula pada Rabu pagi, saat KLM Nurul Salsa 01 yang sarat penumpang bertolak dari Pelabuhan Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng. Harapan para penumpang untuk berkumpul bersama keluarga seketika berubah menjadi ketakutan mencekam ketika mesin utama kapal mendadak mati total di tengah laut. Situasi kian pelik dan menegangkan tatkala pompa alkon pembuang air ikut mengalami kerusakan parah, membiarkan air laut perlahan namun pasti menenggelamkan seluruh badan kapal ke dasar samudra sekitar pukul 16.00 WITA.

​Mendengar jeritan pilu dari laut, TNI AL langsung bersiaga penuh tanpa menunda waktu berharga. Sesaat setelah menerima laporan resmi, tim gabungan yang terdiri dari prajurit tangguh KRI Marlin-877 dan personel SAR Makassar segera memacu kapal dari Dermaga Layang Mako Kodaeral VI pada pukul 20.03 WITA untuk melakukan pencarian intensif. “Kecepatan respon dan kesiapan personel adalah kunci utama dalam menyelamatkan nyawa di tengah laut. Kami tidak membiarkan waktu berlalu begitu saja,” ungkap Komandan Kodaeral VI (Dankodaeral VI) Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M., menegaskan keseriusan pihaknya.

​Hingga Kamis siang, secercah mukjizat dan kerja keras membuahkan hasil dengan berhasil dievakuasinya 52 orang korban dalam keadaan selamat berkat aksi cepat nelayan setempat serta KLM Harapan Kita. Kendati demikian, duka mendalam tetap menyelimuti operasi ini karena satu orang penumpang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, denyut nadi pencarian masih berpacu dengan waktu lantaran 16 orang penumpang lainnya dilaporkan masih hilang dan keberadaannya belum bisa dipastikan secara menyeluruh.

​Di tengah situasi yang dinamis dan penuh ketidakpastian ini, TNI AL menegaskan tidak akan pernah menyurutkan langkah sebelum seluruh korban berhasil ditemukan. KRI Marlin-877 kini telah bersandar di Pelabuhan Laut Jampea untuk memperkuat jalur koordinasi serta memperluas radius penyisiran di sekitar lokasi hanyutnya korban. “Kami tidak akan berhenti mencari sampai seluruh nyawa ditemukan. Kami juga membuka saluran koordinasi dengan seluruh nelayan dan kapal yang melintas untuk saling bertukar informasi demi keberhasilan operasi ini,” pungkas Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz penuh harap. (syam)