Akting Jadi ‘Debt Collector’ Kurang Menghayati, Tiga Pencuri Motor Sukses Diciduk Polisi

imajinasi AI

NETSULSEL | ​Palu, Pepatah mengatakan “sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga” tampaknya harus direvisi menjadi: sepandai-pandai maling menyamar, akhirnya tidur di sel juga. Tiga pemuda di Kota Palu berinisial RA, BK, dan AV terpaksa menyudahi karier akting mereka setelah diringkus Tim Resmob Tadulako Satreskrim Polresta Palu pada Senin lalu.

​Ketiganya diciduk di Jalan I Gusti Ngurah Rai saat sedang asyik nongkrong, sekitar pukul 21.00 Wita. Alih-alih melakukan perlawanan sengit bak di film-film action, ketiga pelaku justru pasrah dan “manut” saat polisi datang menjemput. Tampaknya, mereka tahu bahwa melawan badai Resmob adalah ide yang sangat buruk.

​Petualangan kriminal trio jenius ini sebenarnya sudah diendus polisi sejak Maret lalu. Kala itu, mereka sukses menggasak satu unit sepeda motor Honda CRF di Jalan Uwe Lambori, Kelurahan Tondo. Modal mereka bukan cuma kunci T, melainkan sebuah modus baru nan kreatif yang cukup meresahkan di tahun 2026: menyamar sebagai debt collector alias penagih utang gadungan!

​”Modus menyamar sebagai debt collector ini cukup meresahkan dan menjadi perhatian serius kami. Mereka memanfaatkan situasi malam hari untuk mengelabui korban,” ujar Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ismail.

Sayangnya, meski akting mereka sempat berhasil menipu korban yang panik, kemampuan akting trio ini langsung luntur di hadapan penyidik. Dalam pemeriksaan awal, ketiganya langsung “bernyanyi” jujur dan mengakui semua perbuatannya tanpa perlu diisiul. Bersama mereka, polisi mengamankan barang bukti motor Honda CRF berlivery putih-hitam yang gagal mereka miliki selamanya.

​Di balik cerita kocak penangkapan tanpa drama ini, ada kerja keras aparat yang patut diacungi jempol. Polisi bergerak cepat memburu pelaku demi mengembalikan rasa aman warga. Saat ini, polisi juga tengah memburu dua orang rekan pelaku yang masih buron dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Netizen pun menyarankan agar kedua DPO tersebut segera menyerahkan diri sebelum dijemput tanpa karpet merah oleh petugas.

​Kisah ini menjadi inspirasi sekaligus alarm keras bagi warga Palu. AKP Ismail mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terkecoh oleh oknum-oknum yang mengaku sebagai penagih utang tanpa identitas dan surat tugas resmi. Jika ada debt collector mencurigakan yang hobi memaksa di jalan, jangan ragu untuk langsung melapor ke polisi, atau setidaknya tanyakan dulu apakah mereka punya bakat akting yang cukup untuk masuk penjara.(ita)