Ayam Alope 1, Inovasi Genetik Unhas yang Bersiap Masuk Peta Jalan Pangan Nasional

Jenis ayam Alope-1 yang sedang dikembangkan Fakultas Peternakan Unhas/

NETSULSEL | Makassar,  Universitas Hasanuddin (Unhas) tengah bersiap membawa inovasi genetik lokal ke panggung nasional. Kampus terbesar di Indonesia Timur ini secara konsisten mematangkan proyeksi Ayam Alope-1—galur ayam kampung unggul hasil pemuliaan genetik—agar dapat ditetapkan sebagai salah satu Program Strategis Nasional (PSN) demi memperkuat pilar ketahanan pangan Indonesia.

​Langkah taktis ini dibahas secara mendalam melalui Focus Group Discussion (FGD) terintegrasi yang digelar di Ballroom Hotel Unhas & Convention. Forum krusial tersebut menggalang kekuatan dari kalangan akademisi, birokrat pemerintah, hingga mitra industri untuk merumuskan peta jalan hilirisasi. Targetnya jelas: mempercepat distribusi bibit unggul ini dari laboratorium riset langsung ke tangan para peternak rakyat.

​Ayam Alope sendiri hadir sebagai jawaban ilmiah atas rendahnya produktivitas ayam kampung konvensional yang selama ini terhambat oleh lambatnya pertumbuhan dan borosnya efisiensi pakan. Melalui pendekatan seleksi genetik multigenarasi oleh Fakultas Peternakan Unhas, lahir galur baru yang tumbuh lebih cepat, adaptif di iklim tropis, namun tetap mempertahankan cita rasa khas ayam kampung kesukaan pasar. Menariknya, inovasi ini berakar dari penelitian mahasiswa yang kemudian dikembangkan serius oleh para dosen.

​Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menekankan bahwa esensi utama dari riset modern adalah besarnya dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat luas.

​”Hasil riset harus mampu dihilirisasi, diterapkan, dan memberi manfaat nyata. Ayam Alope menunjukkan bahwa inovasi kampus dapat berkembang menjadi solusi untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak,” tegas Prof. JJ.

​Guna memperluas dampak keberhasilan tersebut, pendampingan teknis dan kemitraan strategis terus digenjot. Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof. Dr. Syahdar Baba, S.Pt., M.Si., menyatakan bahwa penguatan kualitas genetik dan kolaborasi wilayah menjadi kunci. Bersama inovasi pertanian lainnya seperti Jagung Jago, Ayam Alope kini menjadi simbol nyata komitmen Unhas dalam menyumbang kedaulatan pangan nasional berbasis sains. (ist)