
NETSULSEL | Bulukumba, Menjembatani jurang antara teori akademik di menara gading dengan realitas di lapangan, Universitas Hasanuddin (Unhas) bergerak taktis menggandeng Pemerintah Kabupaten Bulukumba. Sinergi ini dirancang untuk melahirkan solusi berbasis riset yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat sekaligus mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Sebagai bentuk keseriusan, Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. (Prof. JJ), memboyong langsung jajarannya untuk melakukan kunjungan kerja ke Pemkab Bulukumba pada Sabtu (18/07). Kunjungan ini menjadi momentum krusial untuk mematangkan implementasi Tridarma Perguruan Tinggi di berbagai sektor strategis.
Pemanfaatan Lahan 90 Hektare hingga Akselerasi Pendidikan
Pertemuan tingkat tinggi ini melahirkan sejumlah agenda strategis yang akan segera dieksekusi melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) resmi. Beberapa poin penting yang menjadi fokus utama antara lain:
Optimalisasi Aset Kampus: Penguatan pemanfaatan lahan milik Unhas seluas 90 hektare yang berlokasi di Bulukumba.
Sektor Pertanian: Dukungan penyediaan bibit unggul dari Pemkab Bulukumba untuk menunjang riset terapan.
Baktab Kampus: Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat dalam rangka Dies Natalis Unhas yang salah satu titik lokasinya dipusatkan di Bulukumba.
SDM Lokal: Pengembangan program akselerasi pendidikan khusus bagi putra-putri daerah asal Bulukumba.

Prof. JJ menegaskan bahwa Bulukumba adalah mitra strategis Unhas. Dirinya menekankan bahwa kolaborasi modern tidak boleh berasumsi, melainkan harus bermula dari pemetaan masalah yang riil di lapangan.
”Dengan adanya identifikasi masalah di lapangan, Unhas dapat menghadirkan solusi berbasis riset, inovasi, dan pendekatan ilmiah yang disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik wilayah,” ujar Prof. JJ.
Sentuhan Inovasi untuk Sektor Pisang, Wisata, dan Perikanan
Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menyambut baik langkah taktis Unhas. Pria yang akrab disapa Andi Utta ini menilai kehadiran para akademisi dan peneliti Unhas akan menjadi katalisator penting untuk mendongkrak sektor-sektor unggulan yang selama ini menjadi urat nadi Bulukumba.
”Kami memandang Unhas sebagai mitra dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat sektor-sektor unggulan daerah, seperti pisang dan pariwisata,” ungkap Andi Utta.
Lebih lanjut, Andi Utta juga menyoroti sektor maritim yang dinilainya masih menyimpan potensi raksasa tersembunyi. “Bulukumba memiliki potensi besar di sektor perikanan yang hingga kini belum dikembangkan secara optimal. Kami berharap Unhas dapat memberikan pendampingan,” tambahnya.
Melalui integrasi riset kampus dan kebijakan lokal, kolaborasi ini diyakini tidak hanya akan meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung pada kesejahteraan masyarakat Bulukumba secara jangka panjang. (qas)









