
NETSULSEL | Jakarta, Momen peringatan ulang tahun ke-50 Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang dirangkaikan dengan peluncuran karyanya di Jakarta menjadi panggung penting konsolidasi politik bagi para kader beringin dari berbagai daerah. Di tengah jajaran tokoh nasional dan figur kunci Sulawesi Selatan, hadir sosok H. Ilham Bahtiar, legislator DPRD Kabupaten Bulukumba dari Fraksi Golkar.
Kehadiran H. Ilham Bahtiar di perhelatan nasional tersebut bukan sekadar memenuhi undangan formal, melainkan bentuk komitmen kepemimpinan dan penegasan kesiapannya dalam menyongsong suksesi kepemimpinan daerah sebagai Calon Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bulukumba.
Menyatu dalam Jejaring Strategis Tokoh Sulsel
Dalam acara yang sarat akan atmosfer intelektual dan kekeluargaan tersebut, H. Ilham Bahtiar tampak mendampingi Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan terpilih, Ilham Arief Sirajuddin (IAS). Kebersamaan ini menegaskan soliditas struktur partai dari tingkat provinsi hingga ke daerah kabupaten.

Di sela-sela kegiatan peluncuran buku, H. Ilham Bahtiar juga berinteraksi rapat dengan sejumlah tokoh penting asal Sulawesi Selatan di kancah nasional, seperti Andi Rukman Nurdin Karumpa (Ketua Umum GAPENSI sekaligus Wakil Ketua Umum KKSS). Pertemuan informal ini menjadi ruang diskusi strategis mengenai percepatan pembangunan daerah serta penguatan peran jejaring diaspora dan elit politik Sulsel untuk kemajuan daerah, khususnya Kabupaten Bulukumba.
Resonansi Politik Haji Ile: Dari Dapil 3 Menuju Nakhoda Golkar Bulukumba
Sebagai legislator yang mengakar kuat di Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Bulukumpa – Rilau Ale, H. Ilham Bahtiar telah membuktikan kapasitasnya dalam menyerap aspirasi warga, mengawal anggaran daerah, serta menjalankan fungsi legislasi secara santun dan lugas. Bekal rekam jejak tersebut menjadikannya figur potensial yang siap mengemban amanah lebih besar untuk memimpin DPD II Partai Golkar Bulukumba.
Perspektif H. Ilham Bahtiar memandang bahwa semangat perjuangan, kemandirian, dan akselerasi politik yang dicontohkan oleh Ketum Bahlil Lahadalia adalah cetak biru (blueprint) yang harus ditransformasikan ke daerah. Keberhasilannya mengawal aspirasi konstituen di tingkat bawah menjadi modal dasar untuk merapikan mesin partai hingga ke tingkat desa dan kelurahan di Bulukumba.
Doa dan Harapan Kejayaan Golkar 2031
Di akhir momentum silaturahmi nasional tersebut, H. Ilham Bahtiar menyampaikan harapan serta doa mendalam bagi masa depan Partai Golkar. Ia meyakini bahwa dengan kepemimpinan Ketum Bahlil Lahadalia di tingkat pusat, nahkoda IAS di Sulawesi Selatan, serta penguatan kepemimpinan daerah di Bulukumba, Partai Golkar siap mengarungi dinamika politik masa depan.
”Semoga Partai Golkar terus menjadi rumah besar pemersatu rakyat. Dari Jakarta hingga ke pelosok Bulukumba, kita himpun energi perjuangan ini. Doa dan ikhtiar kita bersama: Partai Golkar, Golkar Sulsel, dan Golkar Bulukumba akan menjelma menjadi kekuatan politik utama yang meraih kesuksesan besar pada Pemilu 2031 mendatang,” pungkas H. Ilham Bahtiar dengan optimistis.(ita)




