NETSULSEL | Makassar, Pepatah tua bilang, rapi-rapinya menyimpan bangkai, akhirnya tercium juga bau busuknya. Tapi untuk kasus yang satu ini, aromanya bukan cuma tercium, melainkan langsung disemprotkan pakai pengeras suara di depan seratus pasang mata.
Inilah kisah kriminalitas rasa komedi dari jagat rumah tangga. Tokoh utamanya adalah seorang pria idaman yang kita sebut saja Hendrik. Luarnya tampak bagai suami idaman dan papa idaman, tetapi di balik topeng cantiknya, ia mengoperasikan sebuah “kejahatan komplotan” kelas kaka, penipuan asmara berskala internasional!
Aksi kejahatan ini mulai berantakan saat sang selingkuhan alias pelakor, sebut saja Maya, sedang asyik menyesap kopi santai di sebuah kafe. Tanpa aba-aba, sesosok wanita anggun yang tak lain adalah Nuraini, istri sah Hendrik mendatanginya. Bukannya jambak-jambakan atau lempar gelas seperti adegan sinetron Indosiar, Nuraini dengan sangat tenang menyodorkan barang bukti primer, foto keluarga berbingkai lengkap dengan foto Hendrik yang sedang tersenyum lebar di samping anak-anaknya.
Seketika, Maya tersadar bahwa dirinya bukan satu-satunya “ratu” di hati Hendrik, melainkan korban penipuan status pernikahan. Syok berat, Maya langsung minta maaf. Namun yang mengejutkan, Nuraini justru bersikap sedingin es batu di dalam sirup marjan. Usut punya usut, ini bukan kali pertama Hnedrik melancarkan aksi “penyelundupan cinta”. Selama lima tahun berumah tangga, Nuraini sudah berulang kali memergoki aksi licik sang suami, tapi selalu memberikan pengampunan. Kali ini, batas kesabarannya sudah jebol.
Bukannya saling tuduh atau rebutan jatah kasih sayang, kedua wanita ini justru membentuk konsorsium bernama AKH, alias “Aliansi Korban Hendrik”. Selama beberapa minggu, mereka melakukan investigasi mendalam, mencocokkan jam tayang pesan singkat, membandingkan kata-kata manis yang ternyata hasil copy-paste, hingga mengumpulkan jejak digital sang buaya darat.
Puncak dari skenario balasan ini dieksekusi pada sebuah acara megah, Pembaruan Janji Pernikahan Hendrik dengan calon korbannya. Di hadapan lebih dari seratus tamu undangan mulai dari mertua, tetangga komplotan, hingga kawan kantor Hendrik menyangka dirinya sedang menjadi raja sehari.
Saat prosesi tradisi ijab kabul akan dimuai dihadapan Penghulu yang didamping wali nikah, Nuraini tiba-tiba menghentikan mikrofon. Dengan penuh keanggunan, ia menyuruh Maya berjalan anggun menuju area ijab kabul. Di hadapan para tamu yang mendadak hening, Maya memperkenalkan diri sebagai pacar rahasia/ pelakor dari mempelai pria.
Tak berhenti di situ, Nuraini langsung membagikan map bertuliskan barang bukti lengkap berisi cetakan chat, foto mesra, hingga dokumen rahasia kepada para tamu undangan. Sebagai puncaknya, sebuah slide presentasi PowerPoint diputar di layar tivi 42 inch, menampilkan daftar nama dan deretan perempuan yang pernah disinggahi oleh Hendrik selama masa baktinya sebagai suami.
Sontak, acara sakral berubah total menjadi sidang paripurna pembongkaran kejahatan asmara!
Tak usah menunggu hitungan hari, gugatan cerai resmi dilayangkan Nuraini. Hnedrik hanya bisa melongo dan memprotes via pesan singkat, merasa tak percaya bahwa dua wanita yang seharusnya saling cakar-cakaran justru bersatu padu menumbangkan takhtanya.
Pelajaran bagi para lelaki yang hobi bermain api di luar rumah: jangan pernah meremehkan kekuatan persatuan antara Istri Sah dan Selingkuhan. Sebab kalau mereka sudah rapat komisi, bukan cuma janji nikah yang hancur, tapi karir sebagai buaya darat pun tamat seketika.
(kisah ini diremake dari kejadian di salah satu daerah disulawesi selatan, yang pernah viral dimedia sosial. Tokoh sengaja disamarkan atas permintaan) (ita)





