
NETSULSEL | Makassar, Laju pesat teknologi kerap kali mengubah cara manusia berinteraksi, namun akar kebudayaan dan nilai humaniora tetap menjadi jembatan utama yang menghubungkan persahabatan antarbangsa. Semangat inilah yang terpancar dari pelataran Universitas Hasanuddin (Unhas) saat menggelar Konferensi Internasional Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia (APSMI) ke-8 di Unhas Hotel and Convention, Rabu (16/9/2026).
Mengusung tema “Transformasi Humaniora di Tiongkok dan Indonesia pada Era Society 5.0: Bahasa, Sastra, Budaya, Sejarah dan Pendidikan”, ajang ini diprakarsai oleh Program Studi S1 Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok FIB Unhas. Forum ilmiah berskala global ini berhasil menyatukan ratusan akademisi, pakar, dan pemerhati bahasa dari lebih dari 30 perguruan tinggi di Indonesia hingga mancanegara untuk merajut sinergi masa depan.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyoroti pentingnya penguasaan bahasa dan pemahaman sejarah sebagai fondasi diplomasi budaya.
”Dengan belajar sejarah, kita dapat mengambil pelajaran dan tidak mengulangi kesalahan yang pernah terjadi,” tegas Prof. JJ. Ia menambahkan bahwa kemahiran Bahasa Mandarin adalah kunci strategis membuka ruang komunikasi dan kolaborasi yang lebih luas di kancah internasional.
Sejalan dengan hal tersebut, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing, Lestari Puspitaningsih, Ph.D., menegaskan bahwa kemajuan teknologi modern harus senantiasa berjalan selaras dengan kebudayaan agar nilai-nilai kemanusiaan tidak tergerus di era digital.
Kolaborasi Lintas Negara dan Penguatan Akademik
Ketua APSMI, Dr. Elly Romy, bersama Penanggung Jawab Confucius Institute Unhas, Prof. Wu Xiao Ling, mengungkapkan kebanggaannya atas hadirnya para sinolog kenamaan dunia. Konferensi ini menghadirkan deretan narasumber internasional, antara lain:
- Dr. Carmelea Ang See (De La Salle University, Filipina)
- Dr. Chan Ying Kit (National University of Singapore)
- Prof. Dr. Akin Duli, MA (Universitas Hasanuddin)
- Prof. Dr. R. Tuty Nur Mutia, S.S., M.Hum (Universitas Indonesia)
- Dr. Xi Lei, Prof. Wang Shujun, & Dr. Zhang Lingmei (Nanchang University, Tiongkok)
- Chen Yan (Confucius Institute of Poitiers, Prancis)
- Assoc. Prof. Dr. Herman, B.Ed., M.TCSOL (Universitas Universal)
- Dr. Soen Ai Ling, MA (Universitas Darma Persada)
Momen bersejarah ini ditutup dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoU) antarlembaga. Langkah konkret ini menjadi bukti nyata komitmen Unhas dalam memajukan pendidikan humaniora, memperluas jejaring global, serta menginspirasi generasi muda untuk siap menjawab tantangan peradaban era Society 5.0. (baba)













