
NETSULSEL | Makassar, Era baru pelayanan publik di Kota Makassar kini resmi memasuki babak yang lebih inklusif, transparan, dan memanusiakan warga. Melalui terobosan terbaru bertajuk PAMUNGKAS (Pelayanan Pajak Terpadu Unggul dan Praktis), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar berhasil memangkas jarak, waktu, dan kerumitan administrasi yang selama ini membebani masyarakat. Dipaparkan langsung oleh Kepala Bapenda Kota Makassar, Andi Asminullah, dalam Seminar Proyek Perubahan PKN II di Kantor LAN, Rabu (29/7/2026), inovasi ini hadir sebagai bukti nyata bahwa negara siap memberikan kemudahan terbaik bagi setiap warganya tanpa perlu lagi berdiri di antrean panjang.
Lebih dari sekadar aplikasi, PAMUNGKAS adalah wujud empati pemerintah dalam merespons dinamika kehidupan masyarakat modern yang serba cepat. Melalui integrasi dengan platform digital Lontara Plus, warga Kota Daeng kini dapat mengecek data objek pajak, memperbaiki berkas, mencetak SPPT, hingga melakukan pembayaran PBB-P2 secara mandiri langsung dari rumah. Langkah berani ini membuktikan bahwa teknologi hadir bukan untuk merumitkan, melainkan menjadi jembatan gotong royong antara warga yang taat aturan dan pemerintah yang amanah, menjadikan pemenuhan kewajiban perpajakan terasa begitu ringan dan menyenangkan.
Semangat transformasi ini didasari oleh kesadaran bahwa data yang akurat dan transparan adalah kunci utama pembangunan daerah yang berkeadilan. Pada tahap awal piloting di beberapa kecamatan, PAMUNGKAS tidak hanya memanjakan wajib pajak, tetapi juga mengajak masyarakat untuk aktif berperan dalam memutakhirkan data mereka sendiri secara mandiri. Keterlibatan aktif warga ini menciptakan ikatan kepercayaan yang kuat, di mana masyarakat merasa dilibatkan langsung dalam merawat fondasi tata kelola kota yang bersih dan akuntabel.
Langkah maju Bapenda Makassar ini memancarkan pesan kuat bahwa pelayanan publik sejati adalah pelayanan yang selalu beradaptasi demi kenyamanan masyarakatnya. Kepala Bapenda Kota Makassar, Andi Asminullah, menegaskan pada Kamis (30/7/2026) bahwa kesuksesan PBB-P2 hanyalah titik awal. Ke depan, seluruh jenis pajak daerah akan dirangkul dalam satu ekosistem digital terpadu ini. Visi besar tersebut mencerminkan tekad kuat untuk membangun kapasitas fiskal daerah yang mandiri sekaligus menghadirkan kepuasan tertinggi bagi warga sebagai pemilik utama kota ini.
Pada akhirnya, kehadiran PAMUNGKAS adalah simbol harmonisasi yang indah antara kepemimpinan yang inovatif dan warga yang berdaya. Dengan memadukan efisiensi teknologi dan sentuhan humanis, Makassar tidak hanya sukses meningkatkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga berhasil menetapkan standar baru tentang bagaimana pelayanan publik seharusnya bekerja. Inovasi ini menjadi bukti inspiratif bahwa ketika pelayanan hadir dalam genggaman, komitmen untuk membangun kota secara bersama-sama akan tumbuh makin kuat di hati seluruh masyarakat.(qas)










