
NETSULSEL | Jakarta. Lambaian peluang emas dan karier mapan di Amerika Serikat tak cukup kuat untuk menggoyahkan kecintaan William Ekaputra Taifan pada Tanah Air. Pria bergelar PhD lulusan universitas ternama di Negeri Paman Sam ini mengambil keputusan berani pada 2018 lalu: menolak pinangan dari perusahaan minyak dan gas serta konsultan engineering global, lalu memilih pulang ke Indonesia untuk memulai segalanya dari nol.
Langkah ini bukanlah tanpa keraguan. Bersama saudaranya, Garry Surya Putra Taifan, William nekat mengambil keputusan besar yang berisiko tinggi demi merintis industri manufaktur lokal. “Sempat ada beberapa tawaran untuk kerja di perusahaan minyak dan gas di AS. Tapi yang buat kepikiran balik ke sini ya orang tua. Minta balik untuk ke Indonesia waktu itu. Iya gambling juga,” kenang William saat menceritakan awal mula perjalanan heroiknya.
Berawal dari sebuah ruko sempit di Sidoarjo, Jawa Timur, dua bersaudara ini bahu-membahu menanamkan pondasi bisnis yang mereka beri nama Savart Motors. Tidak ingin sekadar menjadi pengimpor atau pedagang kendaraan rakitan, William dan Garry yang kini menjabat sebagai CEO dan COO berkomitmen penuh untuk membesarkan kemampuan teknologi dalam negeri. Mereka menggandeng dan merangkul anak-anak muda bertalenta, khususnya para lulusan baru dari kampus teknik ternama seperti ITS dan PENS, untuk bersama-sama mengembangkan core technology secara mandiri.
Perjuangan merintis teknologi dari tahap awal tentu menuntut kesabaran, modal investasi puluhan miliar rupiah, serta dedikasi luar biasa. Dibutuhkan waktu sekitar empat hingga lima tahun riset intensif bagi tim untuk dapat menghasilkan minimum viable product (MVP) pertama. “Develop-lah ini mulai dari nol waktu itu. Itu dari nol dan benar-benar fokus untuk pengembangan core teknologinya in-house,” tambah William penuh kebanggaan atas kegigihan tim lokalnya.
Kini, buah manis dari pengorbanan dan mimpi besar dua saudara ini telah terbukti nyata. Savart Motors sukses berkembang pesat dan berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan raihan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 75%—angka tertinggi untuk industri motor listrik di Indonesia saat ini. Kisah sukses William dan Garry membuktikan bahwa anak bangsa tidak hanya mampu bersaing di tingkat dunia, tetapi juga sanggup menciptakan lapangan kerja dan memimpin transformasi teknologi hijau di tanah airnya sendiri. (qas)










