Nafas Panjang Melawan Korupsi: Kisah LMPI MADA Sulsel Menjaga Nurani dan Keadilan Negeri

bagi para pejuang di Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Markas Daerah Sulawesi Selatan, menyerah bukanlah sebuah pilihan. Di tengah riuk pikuk kehidupan dan dinamika politik, suara mereka tetap nyaring bergemung: korupsi harus ditumpas hingga ke akarnya demi masa depan anak cucu bangsa.

NETSULSEL | Makassar, Bagi sebagian orang, perang melawan korupsi mungkin terasa seperti perjuangan yang panjang dan melelahkan. Namun, bagi para pejuang di Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Markas Daerah Sulawesi Selatan, menyerah bukanlah sebuah pilihan. Di tengah riuk pikuk kehidupan dan dinamika politik, suara mereka tetap nyaring bergemung: korupsi harus ditumpas hingga ke akarnya demi masa depan anak cucu bangsa.

​Bukan sekadar retorika, langkah ini lahir dari kegelisahan mendalam atas dampak korupsi yang merenggut hak-hak rakyat kecil. Korupsi dipandang bukan lagi sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang secara perlahan merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan merampas rasa keadilan masyarakat.

​”Ini adalah panggilan moral dan tanggung jawab sosial kami sebagai warga negara,” tegas Djusman AR, perwakilan LMPI MADA Sulsel (Dewan Penasehat) saat menyampaikan pernyataan sikap bersama. Rasa cinta yang besar terhadap negeri inilah yang mendorong mereka untuk terus berdiri di garis depan, memelihara nyala api perlawanan terhadap praktik-praktik curang.

​Dalam pergerakannya, LMPI MADA Sulsel membawa empat poin nurani yang mereka gaungkan kepada publik:

  • ​Pemberantasan Tanpa Pandang Bulu: Mendorong aparat penegak hukum—KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian untuk bertindak tegas mengusut tuntas setiap penyelewengan tanpa terpengaruh intervensi politik atau jabatan seseorang.
  • ​Mengawal Hukum yang Berkeadilan: Menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses hukum, agar keadilan benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
  • ​Pemulihan Hak-Hak Negara: Menyoroti pentingnya perampasan aset (asset recovery) agar uang negara yang dirampok dapat kembali dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat dan pembangunan nasional.
  • ​Menjadi Garda Moral Pengawasan: Berkomitmen menjaga benteng pertahanan moral di masyarakat dengan menolak segala bentuk suap, pungli, dan gratifikasi, serta menanamkan nilai-nilai kejujuran dari lingkungan terdekat.

​Perjuangan yang digelorakan oleh LMPI MADA Sulsel menjadi pengingat hangat bahwa asa untuk Indonesia yang bersih dari KKN belum padam. Lewat keberanian dan konsistensi, mereka membuktikan bahwa rakyat tidak tinggal diam. Setiap langkah kecil dalam menyuarakan kebenaran adalah investasi berharga bagi hadirnya Indonesia yang lebih bermartabat, adil, dan sejahtera. (ita)