Kebakaran Hutan Karst Pangkep Tak Kunjung Padam, Akses Medan Curam Jadi Kendala

Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan ekosistem karst di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, terus membara hingga hari kedua. Medan yang sangat terjal dan didominasi tebing batu curam membuat tim gabungan kesulitan menaklukkan si jago merah yang kian meluas.

NETSULSEL | Pangkep, Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan ekosistem karst di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, terus membara hingga hari kedua. Medan yang sangat terjal dan didominasi tebing batu curam membuat tim gabungan kesulitan menaklukkan si jago merah yang kian meluas.

​Hingga hari kedua pascamunculnya titik api, kobaran api dan asap pekat masih terlihat membubung dari puncak hingga lereng pegunungan batu kapur tersebut. Angin kencang yang berembus di area ketinggian serta tumpukan vegetasi kering di celah-celah batu karst mempercepat penyebaran api, sekaligus menghambat upaya pemadaman secara manual.

​Petugas Pemadam Kebakaran bersama personel TNI, Polri, Manggala Agni, dan warga setempat terus berjuang memblokir pergerakan api dari kaki bukit. Namun, keterbatasan akses kendaraan pemadam menuju area puncak tebing memaksa petugas bertaruh tenaga menembus jalur curam dengan peralatan seadanya.

​Lamanya kobaran api yang melalap kawasan ini menyulut kekhawatiran besar akan dampak kerusakan ekologi jangka panjang. Ekosistem karst Pangkep dikenal sebagai habitat sensitif bagi flora dan fauna endemik, serta berfungsi vital sebagai spons alami penyimpan cadangan air tanah bagi wilayah sekitarnya. Karakteristik batuan kapur yang mudah pecah akibat paparan panas ekstrem juga berpotensi memicu batuan runtuh atau longsor.

​Jika kebakaran terus membakar vegetasi penutup batu karst tanpa penanganan secara komprehensif, fungsi hidrologi kawasan tersebut terancam rusak permanen dan berdampak langsung pada pasokan air bersih masyarakat serta kelangsungan hidup satwa liar di dalamnya. Hingga kini, tim gabungan masih bersiaga ketat di sekeliling area permukiman terdekat guna memastikan lidah api tidak merembet ke pemukiman warga. (ita)