Kecoa Senilai 2 Milyar Disita, Diantaranya Ada Spesies Dari Indonesia

Serangga ukuran besar ini banyak dijumpai dinegara-negara tropis terutama Indonesoa. Namanya Serangga Madagaskar alias Kecoa

NETSULSEL | Jakarta, Petugas satwa liar menggerebek peternakan kecoa ilegal disalah satu pedesaan Australia. Otoritas itu bahkan menyita lebih dari 100.000 kecoa dengan nilai lebih dari US$100.000 (sekitar Rp 2,5 miliar) di pasar gelap, di mana orang-orang mencari serangga eksotik. Serangga-searangga ini dari berbagai spesies yang banyak hidup dinegara-negara tropis seperti Indonesia.

“Lebih dari 100.000 kecoa selundupan ditemukan dalam penggerebekan di sebuah peternakan komersial di kota Bathurst, sebelah barat Sydney,” tulis CNBC yang merujuk departemen lingkungan hidup Australia.

“Mereka menemukan kecoa Madagaskar yang mendesis, serangga besar yang diberi nama karena mekanisme pertahanannya yang berisik, dan kecoak dubia, makhluk invasif yang dibiakkan sebagai camilan kadal peliharaan,” tambahnya.

Dilaporkan pula bagaimana foto-foto menunjukkan salah satu kecoa Madagaskar yang disita berukuran cukup besar, menutupi seluruh telapak tangan orang dewasa. Departemen tersebut mengatakan serangga terlarang itu diperkirakan bernilai US$140.000.

“Kami menjalankan tugas kami untuk melindungi keanekaragaman hayati unik Australia dan pelanggaran undang-undang lingkungan hidup nasional dengan sangat serius,” kata juru bicara departemen lingkungan hidup.

“Kami melihat adanya pembiakan dan perdagangan kecoak eksotik secara ilegal dan kami memperingatkan para pengusaha hewan peliharaan dan pemilik hewan peliharaan,” jelasnya.

Australia memiliki salah satu aturan biosekuriti paling ketat di dunia. Secara umum, beternak serangga tidak otomatis ilegal, tetapi sangat tergantung pada jenis serangganya. Serangga asli Australia dan beberapa spesies yang diizinkan dapat dipelihara atau dibudidayakan sesuai aturan negara bagian. Sementara itu, banyak serangga eksotis dilarang keras.

Perlu diketahui usai Perang Dingin, kecoa diyakini bisa bertahan dari serangan bom atau ledakan nuklir. (ist)