
NETSULSEL | Makassar, Langkah Prof. Suwardi Annas, M.Si., Ph.D. menuju kontestasi pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode mendatang menghadirkan panggung keteladanan dari dunia akademik. Saat mendaftarkan diri secara resmi di Gedung Pinisi UNM, Rabu (7/10/2026), Dekan FMIPA sekaligus Guru Besar Ilmu Statistika ini diantar oleh rombongan yang terdiri dari 41 guru besar, 5 dekan, serta perwakilan 10 fakultas dan pimpinan PWNU Sulsel.
Kehadiran puluhan akademisi tersebut bukan sekadar unjuk kekuatan, melainkan bentuk nyata konsolidasi gagasan lintas disiplin demi kemajuan universitas. Di balik riuk dukungan tersebut, Prof. Suwardi justru menunjukkan nilai kepemimpinan yang matang dengan meminta para anggota Senat pendukungnya untuk tidak ikut mengantar. Langkah teladan ini diambil demi menjaga etika, marwah, serta independensi Senat sebagai lembaga penentu dalam seluruh tahapan pemilihan.
Suasana sejuk dan saling menghormati makin terasa saat Prof. Sukardi Weda—yang juga rivalnya dalam bursa calon rektor—turut hadir memberikan dukungan moral. Momen hangat ini menegaskan pesan kuat bahwa kompetisi di lingkungan perguruan tinggi harus dilandasi kolegialitas, persaudaraan, dan kecintaan pada institusi di atas kepentingan pribadi.
Dalam visi kepemimpinannya, Prof. Suwardi membawa misi besar untuk mengorkestrasi seluruh potensi akademik UNM agar berdaya saing global. Fokus utamanya meliputi pembentukan kelompok riset lintas fakultas, penguatan jejaring alumni, kolaborasi industri, hingga program internasionalisasi. Ia juga menawarkan pendekatan humanis berbasis ekosistem dan data untuk menciptakan budaya kampus yang aman, inklusif, serta bebas dari aksi kekerasan.
Melalui kepemimpinan berbasis rekam jejak dan etika kelembagaan yang kuat, Prof. Suwardi bertekad membawa UNM tumbuh menjadi rumah nalar yang bereputasi internasional dan berkarakter. (ita)
















