Ketakutan Ojol di Makassar: Teror Tawuran Lumpuhkan Sejumlah Titik Penjemputan

twuran yang meneror beberapa pekan ini mengganggu wilayah operasional ojek online

 

NETSULSEL | Makassar, ​Aktivitas para pengemudi ojek online (ojol), baik motor maupun mobil, di Kota Makassar kembali terganggu akibat maraknya aksi teror tawuran antar pemuda disejumlah kawasan beberapa pekan ini. Situasi ini memicu kekhawatiran mendalam di kalangan pengemudi karena dinilai sangat membahayakan nyawa, terlebih setelah bentrokan sebelumnya telah memakan korban jiwa dalam bentrok antar pemuda kawasan jalan Abubakar Lambogo, kelurahan Makassar, Kecamatan Makassar dan bentrok antar pemuda di Tempat Pelelangan Ikan Lelong jalan Rajawali, kelurahan Losari Kecamatan Ujungpandang.

​Di tengah situasi yang mencekam tersebut, pesan peringatan bersahut-sahutan di dalam grup besar para pengemudi ojol. Mereka saling mengingatkan rekan sejawat agar menghindari area-area rawan bentrokan demi keselamatan.

​Berikut adalah keluhan sekaligus seruan darurat dari salah seorang pengemudi ojol yang dibagikan melalui grup percakapan:

​”Tabe, salam ki semua saudaraku. Tolong diinfokan semua grup, taksi, Grab, Maxim, Shopee, dan yang lain, usahakan Rajawali, daerah Rajawali sama Kokolojia, Pantai, jangan miki dulu antar orderan ya, karena mau menyerang anak Kokolojia ke Rajawali. Itu pun dia sewa juga orang dari Ablam, anak runner, dan anak onta. Tabe, karena satu orang anak runner itu dibayar per kepala Rp200.000, dan fulki Garuda.” disampaikan dalam bentuk audio

​Para pengemudi ojol berharap aparat penegak hukum dapat segera turun tangan menindak tegas aksi tawuran yang meresahkan ini, agar keselamatan warga sipil serta kelancaran mencari nafkah di jalanan Kota Makassar dapat kembali terjamin.

Berikut adalah daftar kawasan atau titik-titik di Kota Makassar yang sering menjadi lokasi atau rawan terjadi bentrokan antarpemuda (perang kelompok):

​1. Kawasan Mariso & Sekitarnya

​Kawasan Rajawali dan Kokolojia (Pantai): Wilayah perbatasan antarkelompok dari Kelurahan Panambungan (Rajawali) dan Kelurahan Kunjung Mae (Kokolojia/Pantai) yang kerap menjadi arena gesekan antarwarga.

​2. Kawasan Abubakar Lambogo (Ablam) & Bara-Baraya

​Jalan Abubakar Lambogo (Ablam): Kompleks pemukiman padat ini sering kali melibatkan kelompok internal (seperti kelompok Lonner vs Jor-Joran) serta kerap mendatangkan massa atau “pelaku bantuan” dari wilayah sekitar seperti Bara-Baraya.

​3. Kecamatan Tallo & Sekitarnya

​Jalan Tallo, Tinumbu, Kandea, dan Lembo: Wilayah di Kecamatan Tallo ini merupakan salah satu zona merah yang paling sering dilanda aksi perang kelompok berhari-hari, bahkan sempat memaksa sebagian warga sekitar mengungsi karena khawatir akan keselamatan jiwa.  Kampung Layang: Wilayah pemukiman padat yang berdekatan dengan Jalan Tinumbu dan sering menjadi titik rawan bentrokan.  ​Jalan Al Markaz: Kawasan sekitar masjid raya dan jalan utama ini juga beberapa kali dilaporkan menjadi titik ketegangan antarpemuda. (baba)