NETSULSEL | Bulukumba, Suhu politik menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kabupaten Bulukumba kian menghangat seiring bermunculannya figur-figur terbaik yang siap meramaikan bursa calon ketua. Di tengah dinamika tersebut, dukungan moril yang sarat nilai kekeluargaan mengalir dari sesama legislator Golkar di parlemen lokal setempat.
Adalah Juandy Tandean, anggota DPRD Bulukumba dari Fraksi Partai Golkar, yang secara terbuka dan penuh ketulusan mengungkapkan pandangan personalnya terhadap sang rekan sejawat, H. Ilham Bahtiar, yang dipastikan turut meramaikan bursa pencalonan ketua dalam Musda mendatang. Menurutnya, karakter Haji Ilham itu patut diperhitungkan dalam musda partainya nanti.
Sosok “Kaka”, Komunikatif, dan Pemilik Massa Militan
Bagi Juandy Tandean, hubungan yang terjalin dengan H. Ilham Bahtiar jauh melampaui batasan formal sebagai sesama kolega di gedung dewan. Ia memandang H. Ilham sebagai figur seorang kakak (kaka) sekaligus mentor politik yang selalu terbuka dalam membangun komunikasi yang sehat dan konstruktif di internal partai pohon beringin.
“Bagi saya pribadi, beliau adalah sosok ‘kaka’. Saya kenal beliau di Partai Golkar dan beliau sangat aktif berkomunikasi. Sosok yang komunikatif, cara berkomuniaksinya juga sangat bagus, dikenal sebagai sosok yang memiliki massa militan, dan yang paling saya tahu betul, H. Ilham itu selama ini benar-benar getol memperjuangkan aspirasi masyarakat, terutama masyarakat kecil yang ada di dapilnya,” ungkap Juandy Tandean dengan penuh kehangatan.
Tidak hanya kuat dalam hal basis dukungan akar rumput, Juandy juga menyoroti kematangan kepemimpinan H. Ilham. Dari segi pengambilan kebijakan, pengalaman panjang yang dimiliki H. Ilham membuatnya sangat bijak dalam memutuskan hal-hal krusial. Di balik ketegasannya sebagai politisi, H. Ilham dikenal sebagai pribadi yang sangat dermawan, loyal, dan tidak pernah pelit meluangkan waktu untuk berdiskusi (sharing) gagasan bersama rekan-rekan seperjuangannya.
Kaderisasi Tulen dari Bawah dan Kekuatan Politik untuk Rakyat
Sebagai sesama politisi ulung yang sama-sama merangkak dari bawah (grassroots), Juandy melihat H. Ilham Bahtiar sebagai produk kaderisasi Partai Golkar yang sejati memiliki napas perjuangan yang panjang dan orientasi pengabdian yang tulus untuk nasib masyarakat.

Dalam pandangan bersama mereka, membangun Bulukumba ke depan tidak bisa hanya disandarkan pada niat baik semata, melainkan membutuhkan instrumen kekuasaan politik yang berimbang dan bermartabat.
“Beliau adalah kaderisasi handal dari Partai Golkar yang notabene lahir dari bawah seperti saya, yang betul-betul ingin memperjuangkan nasib masyarakat. Kita sadar bahwa bekerja itu tak cukup hanya dengan niat dan apa yang kita punya, tapi harus ada perimbangan dari sisi kekuatan politik. Kekuatan politik tak boleh dipandang dengan sebelah mata; justru dengan kebijakan-kebijakan politik yang lahir untuk kepentingan masyarakat, bagaimana secara diplomatis kita bisa membuat suatu regulasi yang baik untuk kepentingan rakyat,” tegas Juandy menguraikan filosofi perjuangan politik mereka.
Menyongsong Kepemimpinan Golkar Bulukumba yang Lebih Solid
Pandangan mendalam yang disampaikan oleh Juandy Tandean ini mencerminkan soliditas yang kuat di internal kader Golkar Bulukumba. Kehadiran figur-figur berintegritas, berjiwa sosial tinggi, dan paham betul denyut nadi rakyat seperti H. Ilham Bahtiar di bursa Musda DPD II Partai Golkar Bulukumba diharapkan mampu membawa angin segar bagi masa depan partai serta semakin memperkuat peran nyata Golkar dalam mengawal aspirasi masyarakat Bulukumba.













