Kota dan Kawasan Hutan Malino Gowa Diguyur Hujan Sore Ini, BMKG Ungkap Penjelasan Ilmiahnya

screenshoot potongan video akun @ig_teropong gowa dan dipertajam AI

NETSULSEL | Gowa,  Kawasan wisata dan ekosistem hutan di dataran tinggi Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mendadak diguyur hujan pada Jumat sore, (23.10/26). Guyuran air hujan ini menyelimuti kawasan Ibu Kota Kecamatn, kawasan pohon pinus serta sejumlah titik wisata alam, menghadirkan suasana sejuk dan kabut tipis yang khas di wilayah pegunungan tersebut.

​Turunnya hujan pada sore hari ini disambut baik oleh masyarakat sekitar dan wisatawan yang sedang berkunjung. Selain menyegarkan udara, kelembapan di kawasan hutan lindung dan hutan pinus tersebut menjadi terjaga secara alami.

​Penjelasan Ilmiah BMKG: Dinamika Atmosfer dan Efek Orografis
​Menanggapi fenomena cuaca ini, pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan ilmiah terkait turunnya hujan di kawasan dataran tinggi Malino.

​Menurut analisis cuaca regional, hujan yang terjadi pada sore hari di kawasan pegunungan Gowa dipengaruhi oleh beberapa faktor utama:

​Pemanasan Permukaan dan Pembentukan Awan Konvektif: Menjelang siang hingga sore hari, pemanasan matahari yang intens di permukaan bumi memicu penguapan air yang kuat. Proses ini membentuk awan-awan konvektif (seperti awan Cumulonimbus) di atmosfer bagian atas.

​Efek Topografi dan Orografis: Wilayah Malino yang dikelilingi oleh pegunungan tinggi (seperti kawasan Gunung Bawakaraeng dan Lompobattang) memaksa massa udara lembap bergerak naik menaiki lereng gunung (orographic lifting). Saat udara naik, suhu mendingin dan mengalami kondensasi, sehingga terbentuklah titik-titik air hujan yang turun di kawasan dataran tinggi.

​Tingginya Tingkat Kelembapan Udara: Dinamika atmosfer lokal dan tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi di wilayah Sulawesi Selatan turut mendukung pertumbuhan awan hujan secara lokal di wilayah-wilayah berbukit.

​Pihak BMKG mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara yang melintasi jalur poros Malino–Gowa, agar tetap berhati-hati terhadap potensi jalan licin serta jarak pandang yang berkurang akibat kabut yang sering kali menyertai turunnya hujan di kawasan pegunungan. (ashar)