NETSULSEL | Makassar, Dunia politik seringkali diidentikkan dengan angka, strategi dingin, dan perebutan pengaruh. Namun, di balik dinamika perebutan kekuasaan, selalu ada denyut nadi kemanusiaan dan ikatan persaudaraan yang tulus. Nilai inilah yang coba dihidupkan kembali oleh H. Ilham Bahtiar, seorang politisi senior yang melihat politik bukan sekadar jabatan, melainkan wadah pengabdian kepada masyarakat.
Semangat itu berkobar kian terang menyusul pelantikan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan. Bagi H. Ilham Bahtiar, kehadiran IAS bukan sekadar suksesi kepemimpinan biasa, melainkan sebuah energi baru sebuah “magnet politik” yang siap merangkul seluruh elemen masyarakat hingga ke pelosok Sulsel.

Menyambut Sang Magnet Baru: Semangat Baru untuk Sulsel
Pelantikan IAS pada Minggu (25/10) lalu disambut hangat dengan ucapan selamat penuh antusias dari H. Ilham Bahtiar. Ia melihat sosok IAS sebagai figur teladan dengan rekam jejak matang yang memiliki kapasitas penuh untuk membawa Golkar menghadapi tantangan besar menuju Pemilu 2029.
Bagi Ilham Bahtiar, komitmen IAS untuk mengibarkan atribut dan panji-panji Golkar hingga ke pelosok desa adalah panggilan moral yang wajib didukung penuh oleh setiap kader.
”Kekuatan Golkar bukanlah terletak pada nama besar dan sejarah masa lalunya semata, melainkan pada soliditas kader dan organisasi yang mengakar kuat di hati rakyat,” ujar Ilham Bahtiar dengan penuh keyakinan.
Panggilan Hati untuk Bulukumba: Mengangkat Derajat Lewat Kerja Nyata
Gelora semangat dari tingkat provinsi kini merambat turun ke daerah, membawa harapan baru bagi Kabupaten Bulukumba. Menatap Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Bulukumba pada November mendatang, H. Ilham Bahtiar memantapkan langkah untuk maju sebagai bakal calon Ketua DPD II Partai Golkar Bulukumba.
Bukan sekadar ambisi personal, pencalonan ini didasari oleh kerinduan mendalam untuk menaikkan derajat partai di bumi Panrital Lopi. Ilham bertekad untuk bersinergi erat dengan garis perjuangan IAS, menerjemahkan visi besar tingkat provinsi menjadi aksi nyata di tingkat kabupaten.

Targetnya pun jelas dan terukur: menambah perolehan kursi legislatif, baik di tingkat DPRD Kabupaten Bulukumba, DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, hingga DPR RI. Ia ingin memastikan bahwa suara rakyat Bulukumba benar-benar terwakili dengan optimal di setiap lini pemerintahan.
Momentum Usia ke-62: Introspeksi, Soliditas, dan Kemanusiaan
Memasuki usia yang ke-62 tahun, Partai Golkar berdiri sebagai salah satu partai paling matang dan berpengalaman di Indonesia. Namun, di tengah kejayaan yang telah diraih, Ilham mengingatkan para kader agar tidak terlena oleh nostalgia masa lalu.
Bagi Ilham Bahtiar, usia matang ini harus dijadikan momentum penting untuk melakukan introspeksi diri. Lebih dari itu, ia menekankan pentingnya merawat tali persaudaraan—tidak hanya sebagai sesama kader partai, tetapi juga sebagai kader-kader kemanusiaan yang senantiasa peka terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.
Dengan mengusung seruan konsolidasi, kolaborasi, dan penambahan kursi dari Ketua Golkar Sulsel sebagai kompas perjuangan, H. Ilham Bahtiar siap melangkah maju. Ia percaya bahwa dengan kebersamaan, hati yang tulus, serta kerja keras yang berakar pada kepentingan rakyat, kejayaan Partai Golkar di Bulukumba bukan lagi sekadar impian, melainkan keniscayaan yang segera terwujud.

















