NETSULSEL | Makassar, Gelombang protes keras melanda Kota Makassar pada Jumat (6/11/2026). Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Rakyat Sulawesi Selatan (AMPERA Sulsel) rencana akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor PT PLN (Persero) UID Sulselrabar jalan Hertasning dan Kantor Pertamina Regional 7 kota Makassar dijalan Garuda. Aksi ini dipicu oleh kemarahan publik atas massifnya pemadaman listrik bergilir yang diberlakukan oleh PLN Sulselbar yang durasi pemadamannya makin menjadi-jadi. Sebelumnya, PLN memadamkan listrik hanya berdurasi 2-3 jam, beberapa pekan ini durasi waktunya makin lama hingga 5-6 jam.
Selain itu. dalam hal ini mahasiswa juga menyoroti karut-marut distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai sangat menyengsarakan masyarakat. mereka melihat masyarakat Kota Makassar dan sekitarnya sudah kehilangan kesabaran menghadapi pelayanan dasar yang buruk. Di tengah tekanan ekonomi yang kian menghimpit, warga kembali dibebani dengan pemadaman listrik tanpa kepastian jadwal yang
jelas.
“Bayangkan, di tengah himpitan ekonomi yang kian mencekik, rakyat kembali disiksa dengan pemadaman bergilir listrik oleh PLN yang sewenang-wenang! UMKM merugi, alat rumah tangga rusak, dan aktivitas warga lumpuh total,” kata mahasiswa.
Tuntutan Utama: Evaluasi GM PLN dan Pertamina Region 7
Dalam pernyataan sikap resminya, AMPERA Sulsel membawa sejumlah tuntutan mendesak yang ditujukan langsung kepada kementerian terkait serta pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di daerah. Fokus utama kemarahan massa diarahkan pada sektor kelistrikan dan distribusi energi fosil.
Terkait sektor kelistrikan, massa menuntut agar PLN segera menghentikan praktik pemadaman bergilir yang melumpuhkan aktivitas harian warga serta sektor UMKM di Makassar. Selain itu, aliansi menuntut adanya skema kompensasi atau ganti rugi yang transparan bagi masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak kerusakan alat akibat mati lampu mendadak.
Mereka juga mendesak pencopotan dan evaluasi total terhadap General Manager (GM) PLN UID Sulselrabar karena dinilai gagal total dalam menjamin keandalan pasokan energi listrik di Sulawesi Selatan. Sebagai bentuk mosi tidak percaya, massa menyerukan aksi boikot dan penyegelan kantor pelayanan publik tersebut.
Sorotan Tajam terhadap Distribusi BBM Pertamina
Selain masalah kelistrikan, rencana aksi ini juga menyoroti carut-marut penyaluran BBM di wilayah Sulawesi Selatan. Antrean panjang di berbagai SPBU serta dugaan penyalahgunaan distribusi yang merugikan nelayan dan sopir angkutan umum menjadi pemicu kemarahan massa.
AMPERA Sulsel mendesak Menteri ESDM RI untuk segera mengevaluasi kinerja General Manager Pertamina Region 7 serta mengevaluasi pengawasan BPH Migas. Transparansi kuota dan jalur distribusi di seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan dituntut segera dibuka ke publik guna menghentikan spekulan nakal yang mempermainkan kebutuhan rakyat.
Rencana aksi unjuk rasa inu akan mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian ini berjalan dengan tertib namun penuh ketegangan.(baba)











