
NETSULSEL | Makassar, Laju digitalisasi di sektor infrastruktur menuntut dunia pendidikan tinggi vokasi untuk terus bergerak cepat. Menjawab tantangan tersebut, Jurusan Teknik Sipil (JTS) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) menggelar kuliah umum bertajuk “Smart Construction: Mengintegrasikan Teknologi Geospasial untuk Konstruksi Masa Kini” pada Selasa (29/9/2026).
Bertempat di Ruang Sidang Teknik Sipil Kampus I PNUP, agenda strategis ini menghadirkan Indonav Teknologi Jakarta sebagai mitra industri. Sinergi ini ditujukan untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam mengadopsi data spasial guna meningkatkan efisiensi, akurasi, serta produktivitas pembangunan infrastruktur nasional di era Industri 4.0.
Ketua JTS PNUP, Prof. Ir. Sugiarto, S.T., M.T., Ph.D., menegaskan bahwa integrasi teknologi mutakhir menjadi fondasi utama dalam penyelarasan kurikulum vokasi dengan kebutuhan dunia industri modern.
“Ke depan, penguatan aspek geospasial ini akan menjadi pilar utama JTS PNUP dalam melahirkan lulusan yang tak hanya adaptif, tetapi juga siap bersaing dan memimpin transformasi digital di sektor infrastruktur,” ujar Prof. Sugiarto.
Pandangan senada disampaikan oleh Kepala Lab Survey Pemetaan & GIS PNUP, Ir. Sarif, S.T., M.T., IPM., ASEAN.Eng. Menurutnya, pemanfaatan instrumen modern seperti Geographic Information System (GIS), pemetaan berbasis drone, hingga laser scanner telah meredefini lanskap industri konstruksi.
“Teknologi ini menghadirkan solusi pemetaan yang inovatif, akurat, dan andal untuk mendukung pengambilan keputusan yang presisi di lapangan. Kehadiran materi dari praktisi langsung sangat relevan dengan penguatan perkuliahan praktik mahasiswa kami,” jelas Ir. Sarif.
Pada sesi utama, perwakilan Indonav Jakarta, Tasya, mengupas tuntas empat pilar utama transformasi geospasial yang menjadi kunci Smart Construction:
- Akurasi Perencanaan Tinggi: Pemetaan kondisi topografi dan lingkungan yang presisi sejak tahap awal pra-konstruksi.
- Efisiensi Waktu dan Biaya: Mencegah risiko kesalahan desain serta rework di lapangan demi optimalisasi anggaran proyek.
- Pemantauan Real-Time: Pengawasan progres fisik terintegrasi langsung dengan model digital seperti Building Information Modeling (BIM).
- Keberlanjutan Proyek (Sustainability): Analisis dampak lingkungan yang lebih terukur untuk menghadirkan infrastruktur hijau.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata komitmen PNUP dan Indonav Teknologi dalam menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri, sekaligus mencetak generasi muda vokasi yang siap menjawab tantangan konstruksi digital Indonesia. (eka)










