NETSULSEL | Yunan, Di dunia yang kian sinis, sebuah kisah cinta sejati yang mengharu biru baru saja tercipta di hamparan ladang Kabupaten Yuanyang, Provinsi Yunnan, China Barat Daya. Sepasang suami istri lanjut usia mendadak menjadi pusat perhatian dunia setelah sama-sama harus berjuang hidup dan mati di ruang perawatan intensif rumah sakit, disatukan oleh sebuah pengorbanan cinta yang teramat nekat.
Semua bermula ketika sang suami, seorang petani bersahaja, tengah memeras keringat di ladang. Tanpa diduga, seekor ular kobra berbisa mencuat dan menancapkan taringnya di jemari tangan sang kakek. Dalam hitungan menit, racun mematikan itu bekerja cepat; tangannya membengkak hebat, pandangannya mengabur, dan tubuh senjanya mulai ambruk tak berdaya.
Melihat belahan jiwanya di ambang maut, kepanikan luar biasa melanda sang istri. Di tengah ladang yang sepi tanpa alat medis, didorong oleh rasa cinta yang tak rela kehilangan, sang nenek melakukan aksi heroik yang menguras air mata. Mengingat adegan yang pernah ia lihat di layar televisi, tanpa memedulikan keselamatan dirinya sendiri, ia menempelkan bibirnya ke luka sang suami dan menyedot bisa mematikan itu langsung dengan mulutnya.
”Ia hanya berpikir bagaimana cara menyelamatkan suaminya, tanpa memikirkan apa yang akan terjadi pada dirinya sendiri,” tulis salah satu komentar menyentuh di media sosial setempat.
Sang suami memang berhasil dilarikan ke rumah sakit tepat waktu. Namun, takdir cinta mereka segera diuji. Beberapa jam kemudian, sang istri mulai merasakan bibir dan lidahnya mati rasa, disusul seluruh wajahnya yang kaku. Keesokan harinya, tubuh ringkih sang nenek ambruk karena racun kobra yang tanpa sengaja masuk ke aliran darahnya sendiri melalui selaput lendir mulut. Ia pun menyusul sang suami, terbaring di ranjang perawatan yang sama di Rumah Sakit Rakyat Honghe Prefecture No. 3.
Beruntung, mukjizat berpihak pada ketulusan cinta mereka. Tim dokter bergerak cepat memberikan suntikan antibisa hingga kondisi sepasang kekasih sehidup semati ini berangsur stabil dan diperbolehkan pulang. Di balik akhir yang bahagia ini, tim medis memberikan catatan penting sekaligus peringatan keras bagi publik: aksi menyedot bisa ular dengan mulut adalah mitos televisi yang sangat berbahaya dan justru bisa merenggut nyawa sang penolong.
Kisah dari Yunnan ini kini viral dan menginspirasi jutaan orang di media sosial. Di satu sisi, ia menjadi edukasi penting agar masyarakat tidak lagi meniru pertolongan pertama yang keliru. Namun di sisi lain, netizen tidak mampu membendung rasa haru melihat bagaimana sebuah pengorbanan cinta yang polos mampu mengalahkan rasa takut terhadap kematian demi menyelamatkan pasangan hidup.(ist)





