NETSULSEL | Jakarta, Sebuah fakta mengejutkan yang selama ini tersimpan di balik dinding Kementerian Kehutanan akhirnya terbongkar ke publik. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni secara blak-blakan mengakui adanya “titipan” berupa amplop misterius berselimut map yang ditinggalkan oleh Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, sesaat sebelum sang kepala daerah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pengakuan mengejutkan ini seketika membalikkan sorotan publik setelah nama Raja Juli sempat terseret dan viral di media sosial akibat foto pertemuan keduanya. Dalam konferensi pers di kantor Kemenhut, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2026), Raja Juli membeberkan kronologi menegangkan saat dirinya menyadari adanya benda asing yang tertinggal pasca-audiensi terbuka pada 2 Juni 2026 lalu.
Tanpa menunggu waktu lama, sang Menteri langsung mengambil langkah drastis demi menjaga integritasnya. Merasa tidak memiliki hak, ia memerintahkan ajudannya untuk melacak keberadaan sang Bupati dan mengembalikan amplop misterius yang tidak diketahui isinya tersebut. Bahkan, proses pengembalian itu harus memicu keterlibatan petinggi aparat penegak hukum demi memastikan barang tersebut kembali ke tangan yang salah.
”Saya secara pribadi menelepon Bapak Kapolda Riau untuk membantu memfasilitasi ajudan saya bertemu dengan Bupati Kuansing di Polres Kuansing. Tanggal 12 Juni, sekitar 17 hari sebelum terjadi OTT, ajudan saya sudah mengembalikan amplop putih tersebut. Ada tanda terimanya, ada foto,” ungkap Raja Juli sembari memperlihatkan bukti otentik kepada awak media.
Langkah proaktif yang diklaim sebagai bentuk komitmen antikorupsi ini kini menjadi sorotan tajam, mengingat KPK saat ini sedang mendalami jurang yang lebih dalam. Lembaga antirasuah tersebut mencium adanya aroma amis yang jauh lebih besar dari sekadar suap jabatan Sekda, yakni dugaan keterlibatan Suhardiman Amby dalam pusaran kasus pelepasan Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Kuansing.
Meski namanya ikut tersenggol dalam pusaran angin kencang ini, Raja Juli dengan tegas membentengi kementeriannya. Ia memastikan tidak ada sejengkal pun kawasan hutan di Kuansing yang dialihfungsikan di bawah otoritasnya. Mengapresiasi langkah cepat KPK, Sekjen PSI ini menyatakan siap berdiri di garda depan dan bersikap kooperatif jika sewaktu-waktu penyidik membutuhkan dokumen notulensi ataupun kesaksiannya untuk membongkar skandal ini setuntas-tuntasnya. (ita)





