Petaka di Laut Bontobahari, Amukan Api Misterius Hanguskan Kapal Pinisi Rp10 Miliar, Lambung Kapal Jadi Arang Berasap

Kapal Phinisi yang terbakar diperairan Bontobahari, proses evakuasi tengah berjalan sebelum kapal ludes dimakan api.

NETSULSEL |​ Bulukumba, Suasana pagi menjelang siang yang tenang di perairan Kelurahan Tanah Lemo, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, mendadak berubah menjadi mencekam pada Senin (6/7/2026). Sekitar pukul 11.00 WITA, sebuah pemandangan mengerikan tersaji di tengah laut saat api raksasa tiba-tiba muncul dan “menelan” hidup-hidup sebuah kapal pinisi mewah.

​Hanya dalam hitungan jam, kemegahan kapal kayu legendaris itu sirna, berubah menjadi siluet hitam yang hangus dan mengeluarkan asap pekat berbau gosong di atas riak gelombang.

Teror Api dari Ruang Kemudi
​Horor di tengah laut ini bermula ketika salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) menyadari ada yang tidak beres. Dari dalam kegelapan anjungan atau ruang kemudi KLM Mutiara Prasana Nusantara, hawa panas mendadak menyengat diikuti oleh kobaran api yang muncul secara misterius.

​Dengan kepanikan yang memuncak di tengah kepungan laut lepas, ABK tersebut langsung menghubungi pemilik kapal melalui sambungan WhatsApp. Melaporkan bahwa ruang kendali mereka telah dikuasai si jago merah.

​”Saat menerima informasi itu, pemilik kapal langsung meminta seluruh kru yang berada di lokasi untuk segera melakukan upaya pemadaman agar api tidak semakin membesar,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba, Andi Hasbullah.

Perjuangan Sia-Sia Melawan Amukan Api
​Nahas, perintah itu berubah menjadi keputusasaan. Meski para kru kapal telah mengerahkan seluruh tenaga dan berjuang mati-matian di antara asap tebal yang menyesakkan dada, kekuatan api justru semakin beringas. Angin laut yang berembus kencang seolah menjadi bahan bakar tersembunyi yang membuat api dengan cepat merambat, menjilati, dan melumat setiap jengkal kayu pinisi yang bernilai estetika tinggi tersebut.

​Kapal pinisi mentereng milik Muhammad Japar Sidiq Ali seorang wiraswasta asal Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat itu kini kehilangan keindahannya. Sekitar pukul 13.32 WITA, badan kapal yang membara akhirnya berhasil dievakuasi menjauh dari laut dalam ke pinggir pesisir pantai. Namun, pemandangan di tepi pantai justru semakin mengerikan; meski sudah menyentuh daratan, api masih terus berkobar di dalam lambung kapal, seolah menolak untuk padam sebelum menghabiskan seluruh mangsanya.

Kerugian Fantastis dan Misteri yang Tersisa
​Beruntung, di balik pekatnya asap dan besarnya kobaran api yang mengerikan itu, tidak ada korban jiwa yang terjebak di dalamnya. Seluruh kru berhasil selamat dari maut. Kendati demikian, hantaman kerugian material sangat masif dan mengerikan bagi sang pemilik.

​”Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar,” jelas Andi Hasbullah.

​Hingga saat ini, penyebab pasti dari mana sumber api mematikan di ruang anjungan tersebut muncul masih menjadi teka-teki dan diselimuti misteri. Aparat berwenang kini sedang melakukan penyelidikan mendalam di lokasi kejadian yang telah dipasang garis pembatas.

​Sementara itu, tim BPBD Bulukumba bersama unsur terkait masih terus bersiaga di sekitar bangkai kapal, mengawasi sisa-sisa bara api yang sewaktu-waktu bisa kembali menyala di kegelapan malam. (ist)