
NETSULSEL | Makassar, Bagi sebagian orang, menuntut ilmu di luar negeri mungkin terasa seperti mimpi di siang bolong. Namun, bagi Muhammad Ikram Ghifari, mimpi itu kini telah berwujud nyata. Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) angkatan 2023 ini sukses menembus batas, terbang ke Jepang untuk belajar di salah satu kampus riset terkemuka dunia, Kyushu Institute of Technology (Kyutech).
Lewat program Student Exchange yang difasilitasi oleh UMI, Ikram membuktikan bahwa kesempatan emas di panggung global bukanlah monopoli mereka yang berada di kota-kota megapolitan dunia. Dari Makassar, langkah kaki Ikram berhasil menapak di Negeri Sakura.
Titik Balik dan Laboratorium 24 Jam
Bagi pemuda ini, kesempatan belajar di Kyutech adalah titik balik terbesar dalam perjalanan akademiknya.
”Kalau tidak kuliah di UMI, saya tidak akan pernah merasakan kesempatan belajar di Jepang. UMI membuka jalan bagi saya untuk melihat dunia, belajar di kampus riset internasional, dan merasakan pengalaman yang sebelumnya hanya saya impikan,” ungkap Ikram penuh haru.
Selama di Jepang, Ikram tidak sekadar duduk mendengarkan kuliah di dalam kelas. Ia melebur langsung ke dalam ekosistem akademik yang menjadikan riset sebagai napas kehidupan sehari-hari. Budaya riset di Kyutech yang begitu hidup langsung memikat hatinya sejak hari pertama.
“Kampusnya buka 24 jam. Mahasiswa bisa masuk ke laboratorium kapan saja menggunakan Student ID. Menjelang presentasi mingguan bersama sensei (dosen pembimbing), saya bahkan sering menginap di laboratorium untuk menyelesaikan penelitian,” kenangnya sembari tersenyum.
Di Kyutech, laboratorium bukan sekadar ruang praktikum yang dingin. Tempat itu adalah arena kolaborasi hangat, tempat para mahasiswa, profesor, dan peneliti lintas negara berkumpul untuk melahirkan inovasi mutakhir.
Jembatan Emas Menuju Dunia Industri
Sebagai research-based university, Kyutech mendidik mahasiswanya untuk akrab dengan dunia penelitian sejak dini. Hal lain yang membuat Ikram takjub adalah bagaimana kampus di Jepang mengoneksikan dunia akademik dengan industri secara instan.
Melalui Job Fair Hunting yang rutin digelar di setiap akhir semester, mahasiswa langsung dipertemukan dengan raksasa-raksasa teknologi. Peluang magang hingga tawaran kerja sebelum wisuda bukanlah hal yang langka di sana.
”Saya melihat mahasiswa di Jepang sudah memiliki peta masa depan yang sangat jelas. Bahkan banyak mahasiswa S1 yang sebelum lulus sudah mendaftar ke program magister untuk melanjutkan penelitian bersama profesor mereka,” tambah Ikram. Pengalaman berharga ini tidak hanya menempa intelektualitasnya, tetapi juga membentuk karakter disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab yang kuat.
UMI: Mencetak Generasi Berdaya Saing Global
Kisah inspiratif Ikram merupakan buah manis dari visi besar UMI. Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H. menegaskan bahwa program internasionalisasi adalah langkah strategis UMI untuk melahirkan lulusan yang siap bertarung di kancah global.
”Kami ingin mahasiswa UMI memiliki pengalaman belajar lintas negara, memperluas jejaring internasional, dan membangun kepercayaan diri sebagai generasi yang mampu bersaing di panggung dunia tanpa kehilangan identitas sebagai insan yang berilmu, berakhlak, dan berintegritas,” tegas Prof. Hambali.
Melalui berbagai kemitraan internasional yang terus digenjot, UMI kini menyediakan jalan tol bagi mahasiswanya untuk mengakses dunia luar—mulai dari student exchange, riset bersama, short course, hingga magang internasional.
Berani Bermimpi Besar
Di akhir ceritanya, Ikram menyelipkan sebuah pesan penuh motivasi untuk seluruh rekan-rekan mahasiswanya di tanah air agar tidak takut mengambil peluang yang ada.
“Belajar di Jepang mengajarkan saya bahwa riset bukan sekadar tugas kuliah, melainkan budaya yang dibangun setiap hari. Saya berharap semakin banyak mahasiswa UMI yang berani bermimpi besar. Karena dari UMI, kita benar-benar bisa melangkah hingga ke panggung internasional,” pungkasnya menutup obrolan.
Sebagai kampus yang mengusung nafas “Ilmu dan Ibadah”, UMI terus membuktikan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang peduli, berbagi, dan berdampak nyata. Di sini, mimpi tidak pernah dibiarkan mandek di dalam ruang kelas. Dari sudut kota Makassar, UMI siap menerbangkan anak-anak bangsa menuju masa depan dunia.(baba)









