Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan Menunggu Hasil Uji lab Makanan Menu MBG yang Membuat Ratusan Pelajar SDN dan SMA Keracunan Makanan. Fasiltas Kesehatan Penuh Sesak

foto istimewa

NETSULSEL | Kendari, Suasana panik dan mencemaskan melanda kawasan sekitar berikutan insiden luar biasa yang menimpa ratusan pelajar dari SDN Konsel dan SMA Angala. Ratusan pelajar tersebut dilaporkan mengalami keracunan massal yang diduga bersumber dari menu Makan Bergizi (MBG) yang mereka konsumsi pada Selasa (13/10/2026).

​Peristiwa tragis ini mendadak membuat situasi di berbagai pusat kesehatan tempatan berada dalam keadaan darurat. Fasilitas kesehatan (faskes) mulai dari puskesmas hingga rumah sakit terdekat dilaporkan penuh sesak disesaki oleh para pelajar yang datang berbondong-bondong dengan keluhan mual, muntah, pusing, hingga sakit perut hebat secara serentak.

​Kepanikan Keluarga Korban
​Keluarga korban dan pihak sekolah yang panik tampak bahu-membahu membawa anak-anak mereka menggunakan pelbagai kenderaan demi mendapatkan pertolongan perubatan secepat mungkin. Ruang unit gawat darurat (UGD) hingga lorong-lorong puskesmas kelihatan dipenuhi oleh katil pesakit tambahan yang terpaksa dipasang darurat bagi menampung lonjakan mangsa yang begitu ramai.

​Salah seorang orang tua korban, Siti Aminah (42), menuturkan rasa cemasnya saat pertama kali mendapat kabar bahwa anaknya tumbang di sekolah.

​”Kami sangat syok begitu dengar anak-anak pusing dan muntah-muntah serentak setelah makan siang dari sekolah. Waktu sampai di puskesmas, kondisinya sudah sangat ramai dan anak saya terpaksa harus dirawat di lantai karena tempat tidurnya tidak cukup menampung semua korban,” ungkap Siti dengan nada cemas.

​Keluarga lainnya, Rahmat (38), berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas kejadian ini agar tidak terulang kembali di kemudian hari.

​”Harapan kami sebagai orang tua, mutu dan kebersihan makanan dari program ini harus diawasi ketat. Jangan sampai niat baik malah membahayakan keselamatan anak-anak kami,” ujarnya.

​Respon dan Langkah Cepat dan Menanti Hasil Uji Lab.
​Menanggapi krisis kesehatan mendadak ini, pihak berwenang dan jajaran Dinas Kesehatan setempat langsung bergerak cepat untuk menangani para korban serta mengamankan sisa sampel makanan. ​Kepala Dinas Kesehatan setempat, dr. H. Iskandar, menyatakan bahwa pihaknya menetapkan status darurat penanganan medis dan mengerahkan seluruh tenaga kesihatan yang tersedia untuk bersiaga di faskes-faskes rujukan.

​”Kami mengerahkan seluruh sumber daya dan tenaga medis yang ada untuk memberikan pertolongan darurat secepat mungkin kepada ratusan pelajar ini. Prioritas utama kami adalah keselamatan dan pemulihan kesehatan para korban yang mengalami gejala keracunan,” tegas dr. Iskandar kepada awak media.

​Ia juga menambahkan bahwa tim laboratorium kesehatan daerah telah diterjunkan untuk mengambil sampel sisa makanan dari program MBG di SDN Konsel dan SMA Angala guna diuji secara mendalam.

​”Sampel makanan sudah kami amankan dan langsung dikirim ke balai pengujian untuk memastikan apa kandungan zat yang memicu keracunan massal ini. Kami menunggu hasilnya, jika ada Hasil pastinya akan segera kami umumkan setelah investigasi tuntas,” pungkasnya.