NETSULSEL | Buton, Bukannya sibuk menransfer ilmu agama, seorang Oknum Guru Mengaji di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, justru sibuk menransfer kejahatan. Pria berinisial FS (32) yang sok bertingkah bak tokoh spiritual ini sukses bikin geger Kecamatan Lasalimu Selatan setelah topeng kesalehannya dilucuti polisi.
Bukannya membimbing sembilan santrinya yang masih SD dan SMP agar paham hukum agama, sang “guru” malah memanfaatkan statusnya untuk melancarkan aksi bejat. Beda dari ulama sesungguhnya yang menuntun ke jalan kebenaran, FS justru sibuk menebar bujuk rayu konyol mulai dari musala, boncengan motor, hingga modus main game bareng.
Kasat Reskrim Polres Buton, AKP Sunarton, mengungkapkan bahwa kejahatan sang tokoh spiritual rakitan ini sejatinya sudah berlangsung sejak Februari hingga Mei 2025. Namun, baru benar-benar dilaporkan pada Rabu (19/8/2026) setelah ‘kesabaran’ para korban habis.
Modus Musala & Boncengan Motor:
FS kerap memanfaatkan momen mengaji di musala untuk beraksi dan mengajak kajian ilmu spriritual, atau berpura-pura baik dengan mengajak korban jalan-jalan naik motor.
Jebakan Batman Berkedok Game, Tak cukup dengan motor, pelaku juga mengemas aksi jahatnya lewat modus ajakan bermain game bersama.
Nyanyian Bersama Pasukan Santri, Sepandai-pandainya FS berakting jadi orang suci, aksinya bubar jalan setelah para korban memberanikan diri ‘curhat berjemaah’ kepada orang tua mereka masing-masing.
Mendengar pengakuan jujur anak-anak mereka, para orang tua yang murka tak pakai lama langsung menyeret nama sang guru ke markas polisi. Kini, FS harus rela menukar jubah kesalehan palsunya dengan baju tahanan, mengakhiri riwayat ‘karier spiritualnya’ di balik jeruji besi. (ita)





