
NETSULSEL | Purwokerto, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas) kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional. Mengirimkan tujuh delegasi terbaiknya, FH Unhas sukses mencatatkan prestasi gemilang pada ajang International Conference on Law, Governance and Sustainability (ICOLGAS) 2026 yang digelar Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Purwokerto, Selasa (15/9/2026).
Konferensi internasional tahun ini mengusung tema besar “Governing the Future through Local Wisdom: Law, AI, and Community Environmental Resilience for the Sustainable Development Goals.” Tema ini memadukan hukum, kecerdasan buatan (AI), kearifan lokal, hingga isu lingkungan untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.
Inovasi Riset Berbasis AI dan Kearifan Lokal
Dalam ajang berskala global ini, civitas akademika FH Unhas tampil membawa berbagai gagasan segar dan solutif. Salah satu topik menarik dibawakan oleh Tim TRG Waste Management Law yang terdiri dari Prof. Dr. Maskun, S.H., LL.M., Wiranti, S.H., M.H., dan Muthi’ah Syifha Asri. Mereka membedah pemanfaatan AI dalam tata kelola hutan adat yang berkeadilan tanpa mengabaikan hak-hak masyarakat adat.
Prof. Maskun, yang juga hadir sebagai narasumber, menegaskan pentingnya arah perkembangan teknologi modern saat ini. Menurutnya, pemanfaatan kecerdasan buatan harus senantiasa berpijak pada nilai keadilan dan penghormatan terhadap masyarakat lokal.
Panen Penghargaan: Sabet 2 Best Paper dan 3 Best Presenter
Tak sekadar hadir mempresentasikan gagasan, delegasi FH Unhas juga berhasil memboyong serangkaian penghargaan bereputasi tinggi:
- Kategori Best Paper: Diraih oleh tim Eka Merdekawati Djafar, S.H., M.H. dan Muhammad Fikri lewat riset pengelolaan lingkungan berbasis kearifan lokal, serta Abdi Sabri melalui kajian mendalam mengenai constitutional review.
- Kategori Best Presenter: Sabetan prestasi disumbangkan oleh Artanty Wahana (topik green economy), Adnan Muis (topik sanksi perpajakan), serta Sardil Mutaallif (topik keadilan pajak).
Ragam riset mutakhir lainnya turut melengkapi partisipasi FH Unhas, mulai dari isu green election yang dibawakan oleh Rivalen Saputra hingga kajian tata kelola perpajakan nasional.
Capaian membanggakan ini makin mempertegas komitmen FH Unhas dalam mendorong kontribusi aktif akademisi Indonesia untuk mewujudkan pembangunan dunia yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.(qas)










