Nyalakan Lentera Buku di Pesisir Galesong, Mahasiswa KKN-T Unhas Siap “Suntik Mati” Kebekuan Perpustakaan Desa Sampulungan

mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi meluncurkan gerakan taktis untuk menghidupkan kembali roh Perpustakaan Desa Sampulungan, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar.

NETSULSEL | ​Takalar, Ratusan buku yang sempat membisu di rak-rak kayu kini bersiap menemukan pembaca setianya. Bergerak dengan misi sosial yang kuat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi meluncurkan gerakan taktis untuk menghidupkan kembali roh Perpustakaan Desa Sampulungan, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar.

​Langkah awal gerakan pembebasan buta aksara dan peningkatan minat baca ini dimatangkan melalui Seminar Program Kerja yang digelar hangat di Balai Desa Sampulungan, Sabtu (18/7). Forum ini tidak sekadar menjadi ruang pemaparan ide kaku mahasiswa, melainkan menjelma jadi arena kolaborasi lintas sektor.

​Hadir memberikan dukungan penuh, Kepala Bidang Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar St. Nurhalisah, S.Pd., M.M., Kepala Desa Sampulungan H. Sangkala Sikki, tokoh BPD, Karang Taruna, perwakilan guru, hingga para aktivis kemanusiaan dari Relawan Literasi Masyarakat Takalar.

Tujuh Senjata Literasi Mandat Perpusnas RI
​Bukan program kerja biasa yang bersifat artifisial, delegasi KKN-T Unhas kali ini membawa mandat khusus dan misi terintegrasi langsung dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI. Tujuh pilar program kerja strategis dipaparkan secara lugas untuk mengubah wajah perpustakaan desa menjadi pusat kreativitas yang inklusif, modern, dan menyenangkan:

​Revitalisasi & Pengelolaan Perpustakaan: Menata ulang tata letak dan sistem administrasi agar ramah pemustaka.

​Membaca Nyaring (Read Aloud): Menumbuhkan imajinasi anak-anak lewat metode interaktif.

​Cerdas Mengulas Buku: Melatih daya kritis analitis masyarakat sejak dini.

​Menulis Cerita: Menggali potensi sejarah dan dongeng lokal untuk didokumentasikan.

​Kunjungan Literasi: Menjemput bola ke sekolah-sekolah pesisir.

​Proyek Kreatif Literasi: Mengintegrasikan bacaan menjadi karya nyata.

​Apresiasi Literasi: Memberikan reward bagi penggerak dan pembaca teraktif di desa.

​Misi Menghidupkan 520 Ruang Baca di Takalar

​Langkah progresif mahasiswa Unhas ini mendapat apresiasi tertinggi dari Pemerintah Kabupaten Takalar. Kabid Perpustakaan dan Kearsipan Takalar, St. Nurhalisah, S.Pd., M.M., mengungkapkan bahwa kehadiran KKN-T Literasi Unhas adalah angin segar yang sangat dinantikan. Mahasiswa diharapkan menjadi agen promosi vital bagi pemanfaatan 1.000 buku bantuan Perpusnas yang telah didistribusikan ke tingkat akar rumput.

​”Di Takalar, kami mengelola 520 perpustakaan yang tersebar di tingkat desa, kelurahan, hingga sekolah. Kehadiran mahasiswa KKN Unhas secara nyata akan membantu kami membuat ruang-ruang baca ini kembali hidup, bernyawa, dan memastikan ribuan buku bantuan pusat tidak menjadi pajangan mati yang berdebu,” ungkap wanita inspiratif kelahiran 1969 tersebut.

Target Krusial, Mengejar “KTP” Resmi Perpustakaan Desa
​Lebih jauh lagi, birokrat senior asal Campagaya tersebut menitipkan satu misi administratif yang sangat krusial bagi masa depan literasi Sampulungan: percepatan kepemilikan Nomor Pokok Perpustakaan (NPP).

​”Saya menaruh harapan besar agar mahasiswa KKN Unhas mendampingi perangkat desa dalam penerbitan NPP. Data ini mutlak diperlukan, kedudukannya sama pentingnya dengan KTP bagi warga negara. Tanpa NPP resmi, perpustakaan desa akan kesulitan mengakses bantuan stimulan, dana hibah, serta program strategis jangka panjang dari pemerintah pusat,” pungkas Nurhalisah tegas.

​Lewat kolaborasi manis ini, Desa Sampulungan bersiap mengukir cerita baru—di mana perpustakaan bukan lagi sudut sunyi yang dihindari, melainkan pusat peradaban baru tempat generasi muda Galesong Utara merajut mimpi lewat jendela dunia.(ist)