PNUP Mendunia! Direktur Hadiri CIFTIS 2026 di Beijing dan Gandeng Kampus Tiongkok demi Vokasi Unggul

Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) terus membuktikan komitmennya dalam membawa pendidikan vokasi Indonesia ke panggung global. Memenuhi undangan ajang bergengsi China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) 2026 di Beijing, Tiongkok, PNUP menegaskan langkah nyatanya untuk melahirkan lulusan yang tak sekadar ahli secara teknis, tetapi juga berdaya saing internasional.

NETSULSEL | Beijing, Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) terus membuktikan komitmennya dalam membawa pendidikan vokasi Indonesia ke panggung global. Memenuhi undangan ajang bergengsi China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) 2026 di Beijing, Tiongkok, PNUP menegaskan langkah nyatanya untuk melahirkan lulusan yang tak sekadar ahli secara teknis, tetapi juga berdaya saing internasional.

​Hadir langsung dalam forum dunia tersebut, Direktur PNUP Prof. Rusdi Nur, S.ST., M.T., Ph.D., didampingi Penanggung Jawab Kantor Urusan Internasional (KUI) PNUP, Sitti Sahriana, S.S., MAppLing., pada Rabu (9/9/2026).

​Kehadiran jajaran pimpinan PNUP di CIFTIS 2026 menjadi momentum penting untuk menyerap perkembangan riset vokasi global, perdagangan jasa, serta penguatan sinergi antara kampus dan industri skala dunia.

Langkah Nyata: Gandeng Guangxi Modern Polytechnic College

​Tidak sekadar menghadiri forum tahunan yang diikuti oleh perwakilan negara-negara ASEAN tersebut, PNUP mengukir capaian strategis. Prof. Rusdi Nur secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama dengan Guangxi Modern Polytechnic College yang diwakili oleh Vice Director, Mr. Cen Hua.

​Kesepakatan ini menjadi pintu masuk bagi pengembangan mobilitas akademik, program pertukaran mahasiswa dan dosen, riset bersama, hingga penyelarasan kurikulum vokasi berbasis kebutuhan industri global.

​”Kehadiran PNUP di CIFTIS merupakan kesempatan yang sangat baik untuk melihat perkembangan pendidikan vokasi dan perdagangan jasa dalam perspektif internasional. Kami dapat membangun jejaring sekaligus membuka peluang kerja sama nyata untuk memperkuat kualitas pendidikan vokasi di PNUP,” ujar Prof. Rusdi Nur.

​Ia menekankan bahwa perguruan tinggi vokasi tidak boleh mengisolasi diri. Pendidikan vokasi harus adaptif dan responsif terhadap perubahan dunia kerja global agar para lulusan PNUP siap bersaing di mana saja.

Internasionalisasi Vokasi demi Masa Depan Generasi Muda

​Sementara itu, PJ KUI PNUP Sitti Sahriana menambahkan bahwa kehadiran aktif di forum internasional seperti CIFTIS merupakan strategi efektif untuk memperkenal potensi institusi ke mata dunia. Menurutnya, internasionalisasi bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan pertukaran ide dan best practices yang membawa dampak langsung pada mutu pembelajaran.

​Langkah berani PNUP di Beijing ini mencerminkan optimisme baru dari Indonesia timur. Partisipasi di CIFTIS 2026 menjadi bukti nyata bahwa vokasi Indonesia makin diperhitungkan di kancah internasional, membakar semangat seluruh civitas akademika untuk terus berevolusi menuju kampus berstandar dunia.(ita)