NETSULSEL | Baghdad, Di tengah ketatnya operasi antikorupsi besar-besaran yang digelar pemerintah Irak, perhatian publik dunia justru terhipnotis oleh sebuah temuan super nyeleneh dan menggemaskan dari balik dinding rumah mewah seorang legislator perempuan. Bukan cuma tumpukan uang tunai biasa, aparat penegak hukum dibuat salah fokus saat menyita barang bukti yang sangat tidak biasa: satu set celana dalam dan kutang (bra) yang terbuat dari emas murni bertatahkan permata berkilauan!
Koleksi pakaian dalam “berkilau” nan manja ini ditemukan saat tim komisi antikorupsi Irak menggerebek kediaman Hind Al Abbasi, seorang politikus perempuan yang namanya tercatat resmi di situs web Parlemen Irak. Gaya hidup glamorous yang kelewat batas ini langsung menjadi buah bibir internasional, mengubah ketegangan kasus hukum menjadi drama ruang ganti elite yang bikin geleng-geleng kepala.

Fakta Menggemaskan di Balik Kamar Mewah Hind Al Abbasi
Mengutip laporan dari media Turki, Haberler, barang bukti super centil ini diduga dibeli menggunakan dana hasil suap dan penyalahgunaan anggaran publik. Bayangkan saja, di saat masyarakat menuntut transparansi, sang politikus justru sibuk memesan pakaian dalam kustom bernilai fantastis.
Dari hasil penggeledahan di “istana” mewah tersebut, petugas mengamankan:
Set Pakaian Dalam Emas: Celana dalam dan bra emas murni dengan detail pengerjaan halus dan taburan batu permata asli.
Emas Batangan: Balok-balok emas murni seberat 27 kilogram yang ditumpuk rapi.
Gunungan Dolar: Uang tunai senilai US$57 juta (setara hampir Rp900 miliar) yang siap diselundupkan.
”Aparat awalnya mencari dokumen dan brankas rahasia, namun temuan koleksi pakaian dalam emas bertabur permata ini benar-benar di luar prediksi. Ini adalah puncak dari gaya hidup hedonistik yang disembunyikan di balik jabatan publik,” tulis laporan jurnalis lokal di Baghdad.
Badai Penangkapan Belum Berakhir
Pakaian dalam emas milik Hind Al Abbasi kini resmi masuk dalam daftar sitaan negara dan menjadi simbol betapa kreatifnya para koruptor dalam membelanjakan uang haram. Operasi maraton selama tiga bulan ini sendiri telah menjaring 47 pejabat tinggi, termasuk 7 anggota parlemen aktif dan mantan Wakil Menteri Perminyakan, Ali Al Jumaili—yang juga sempat viral karena menyembunyikan uang ratusan miliar di dalam galon air minum.
Perdana Menteri Irak, Ali Al Zeidi, menegaskan pihaknya tidak akan pandang bulu dan akan terus mengejar aset-aset mewah tersembunyi lainnya. Sementara netizen di media sosial global sibuk berseloroh, membayangkan bagaimana rasanya mengenakan celana dalam emas seberat itu demi sebuah gengsi politik. (ita)
Tags: Pakaian Dalam Emas, Korupsi Unik Irak, Hind Al Abbasi, Skandal Underwear Emas, Kasus Hukum Heboh, Berita Internasional, Modus Koruptor, Gaya Hidup Mewah Pejabat





