
NETSULSEL | Makassar, Penyelenggaraan Hari Ulang Tahun (HUT) Dekranas ke-46 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 di Kota Makassar sukses besar. Gelaran nasional yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026 ini tidak hanya menjadi wadah unjuk gigi produk kerajinan dan UMKM, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Total perputaran ekonomi selama acara berlangsung diperkirakan menembus angka fantastis, yakni lebih dari Rp100 miliar.
Efek berganda (multiplier effect) dari acara ini dirasakan langsung oleh berbagai sektor di Kota Daeng, mulai dari kuliner, transportasi, pusat oleh-oleh, hingga industri perhotelan. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga, mengonfirmasi lonjakan tajam pada keterisian kamar hotel selama event berlangsung.
”Hampir semua hotel di Makassar merasakan manfaatnya, lewat event HUT ke-46 Dekranas dan HKG PKK ke-54 di Kota Makassar. Okupansi diperkirakan menembus 85 hingga 90 persen,” ujar Anggiat.
Antusiasme masyarakat dan delegasi dari seluruh Indonesia terpantau sangat tinggi dengan total kunjungan mencapai 180.000 orang. Tingginya arus pengunjung ini berbanding lurus dengan nilai transaksi di area pameran. Hingga menjelang penutupan, total transaksi dari 203 stan pameran di Trans Studio Mall (TSM) Makassar dan pameran pendukung lainnya diperkirakan mencapai Rp5 miliar, di mana produk lokal Sulawesi Selatan menyumbang hingga 24,3 persen dari total transaksi nasional.
Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan bahwa kesuksesan sebagai tuan rumah ini harus menjadi pemantik untuk program jangka panjang. Menurutnya, tugas utama pasca-event adalah memastikan keberlanjutan pembinaan para pelaku usaha kreatif agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
”Artinya kita harus terus menggali potensi-potensi yang dimiliki produk lokal di kota ini, dan memperkuat pembinaan kepada para pelaku UMKM,” tutur Melinda.
Sebagai langkah konkret pasca-event, Dekranasda Kota Makassar langsung menginisiasi program pembuatan ekosistem tenun lokal untuk melahirkan wastra baru dengan identitas khas Makassar. Program tersebut diwujudkan lewat pelatihan intensif selama satu tahun bagi para calon penenun profesional yang dijadwalkan mulai berjalan pada Agustus hingga September 2026, bekerja sama dengan Cita Tenun Indonesia. (ist).










