
NETSULSEL | Bone, Kabupaten Bone menyimpan bentang alam interior yang begitu memesona. Dua di antaranya adalah Air Terjun Ladenring di Kecamatan Lamuru dengan tebing batu raksasa yang monumental, serta Air Terjun Salebba di Kecamatan Ponre yang menawarkan kolam-kolam alami berundak berair pirus menawan. Secara visual, kedua destinasi ini menyuguhkan estetika eksotis yang tak kalah saing dari destinasi internasional.
Namun, kecantikan alami tersebut tak serta-merta menjamin tingginya angka kunjungan wisatawan. Di balik lanskapnya yang instagramable, kedua destinasi ini menyembunyikan sederet kekurangan fatal yang membuatnya sepi peminat dan kalah pamor dari objek wisata lainnya di Sulawesi Selatan.
Penggiat Traveling dari Jakarta, Taufan Ikhsan menyebutnya ketidak pedulian dengan potensi destinasi ini membuatnya terlupakan. Padahal jika dikemas menjadi lokasi kunjungan dengan berbagai fasilitas dan aksebilitas yang memudahkan akan menarik perhatian dengan sendirinya, mengundang pengunjung serta akan membawa promo gratis yang lebih luas.

“Sangat disayangkan saja sih, kekurangannya lebih ke infrastuktur. padahal ini bisa menjadi market tarveling yang mendongkrak perekonomian daerah” katanya.
Penggiat yang sudah memiliki rekam jejak traveling diberbagai negara ini, meringkas faktor utama yang membuat potensi wisata tersembunyi di pedalaman Bone ini sulit berkembang dan sepi pengunjung:
Akses Jalan yang Ekstrem dan Terjal: Menuju lokasi Air Terjun Ladenring maupun Salebba memerlukan perjuangan fisik yang menguras tenaga. Akses jalan belum beraspal mulus, didominasi bebatuan lepas, serta jalur tanah licin yang sangat berbahaya saat hujan.
Minim Petunjuk Jalan dan Suasana Rawan Sesat: Tidak tersedianya papan penunjuk arah yang memadai di sepanjang jalur membuat wisatawan luar daerah berisiko tinggi tersesat di dalam belantara hutan tanpa panduan warga lokal.
Fasilitas Penunjang yang Nihil: Di lokasi wisata, pengunjung tidak akan menemukan fasilitas dasar. Tidak ada toilet umum untuk bilas atau buang air, ruang ganti pakaian yang layak, hingga tempat sampah terorganisasi.
Absennya Sarana Keamanan dan Keselamatan: Area tebing terjal dan kolam dalam tidak dilengkapi pagar pengaman, papan peringatan bahaya, maupun petugas penolong (lifeguard). Hal ini berisiko tinggi bagi keselamatan pengunjung.
Tidak Ada Sentra Kuliner dan Warung Makan: Wisatawan wajib membawa perbekalan makanan dan minuman sendiri dari kota karena tidak adanya pedagang atau warung lokal di area sekitar air terjun.
Blank Spot Sinyal Telekomunikasi: Akses jaringan seluler dan internet terputus total di area interior hutan, menyulitkan pengunjung untuk berkomunikasi atau mencari bantuan saat terjadi keadaan darurat.
Kecantikan Ladenring dan Salebba memang tak perlu diragukan. Namun, tanpa adanya sentuhan pembenahan infrastruktur, penyediaan fasilitas dasar, dan perhatian dari pemerintah daerah maupun pengelola lokal, “surga tersembunyi” ini akan tetap terisolasi dan sekadar menjadi potensi yang tertidur.(ita)





