
NETSULSEL | Gowa, Eskalasi politik di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, memanas tak terkendali. Aksi unjuk rasa ratusan massa di depan Gedung DPRD Kabupaten Gowa berakhir ricuh. Gelombang massa yang terdiri dari aliansi mahasiswa dan elemen masyarakat berunjukrasa mendesak Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, turun dari jabatannya.
Aksi yang berlangsung ketat tersebut dipicu oleh sederet isu krusial yang menyeret nama pimpinan daerah tersebut. Selain sorotan tajam atas dugaan skandal moral dan isu asusila yang dinilai mencederai marwah serta nilai budaya lokal, massa aksi juga memprotes kebijakan kontroversial pencabutan sepihak bantuan beasiswa program doktoral serta dugaan kasus korupsi pengadaan seragam sekolah gratis senilai Rp16 miliar.
Situasi di lapangan sempat memuncak ketika pengunjuk rasa menembus barikade pengamanan, yang berujung pada saling dorong hingga ketegangan terbuka dengan aparat penegak hukum di sekitar lokasi demonstrasi.
”Dugaan skandal moral ini sangat mencoreng marwah daerah, belum lagi masalah korupsi seragam sekolah dan pembatalan beasiswa yang merugikan masyarakat. Kami menuntut Bupati mundur dari jabatannya!” teriak salah satu orator aksi di tengah kerumunan massa.
Menanggapi desakan publik yang kian meluas, jajaran legislatif bergerak cepat dengan mengambil langkah politik resmi melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket guna memeriksa sederet tuduhan tersebut.
”Seluruh fraksi di DPRD Gowa telah sepakat untuk mengambil langkah pemakzulan. Kami memproses mekanisme Hak Menyatakan Pendapat (HMP) yang selanjutnya akan diteruskan ke Mahkamah Agung sesuai prosedur perundang-undangan,” tegas perwakilan pimpinan DPRD Gowa saat menemui perwakilan pengunjuk rasa.
Dampak dari gejolak politik ini turut memicu guncangan di internal birokrasi Pemerintah Kabupaten Gowa, di mana pihak eksekutif sempat menonaktifkan belasan pejabat tinggi di tengah proses pemeriksaan yang berjalan. Saat ini, berkas dan proses mekanistis pemakzulan tengah bergulir di tingkat Mahkamah Agung sembari menunggu keputusan hukum tetap.
Apel pagi Bupati diipaksa Bubarkan
Yang menarik dihalaman kantor Pemkab Gowa saat bupati Husniah Talenrang sedang memimpin apel pagi, seseorang mengenakan seragam cokelat menggunakan atribut dilengan kanan berwarna merah darah, berusaha mengarahkan barisan yang sedang mendengarkan Husniah sambutan, berteriak memerintahkan barisan ASN untuk bubar. Tak tanggung-tanggu, orang yang diduga pengamanan dikantor Pemkab tersebut, berdiri ditengah lapangan mengambil paksa mikropon yang kerap dipakai pemimpin upacara.

Menggunakan mikrophone tersebut. lelaki ini berteriak berkali-kali memerintahkan barisan ASN didepannya untuk membubarkan diri. Sayang sejumlah ASN balas berteriak meminta agar ASN tidak menghiraukan perintah tersebut dan tidak membubarkan diri. Suaran ASN ini meminta rekan-rekannya agar mematuhi satu perintah yakni perintah pemimpin. Hingga orang tersebut meninggalkan tempatnya tak satupun ASN bergeser atau membuarkan diri.(ita)
















