NETSULSEL | Makassar, Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap pembangunan berkelanjutan, Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) menggelar aksi lingkungan melalui gerakan penanaman pohon bersamaan dengan momentum Dies Natalis ke-39 yang dilaksanakan di kampus 2 PNUP Mongcongloe Maros, Minggu, 4 Oktober 2026.
Kegiatan ini mengusung tagline utama: “Aksi Hijau PNUP : Perwujudan SDGs untuk Dampak Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan”. Program ini diinisiasi bukan sekadar sebagai seremonial belaka, melainkan sebagai bagian dari program strategis PNUP Berdampak.
Melalui penanaman pohon ini, PNUP mengintegrasikan poin-poin penting dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek penanganan perubahan iklim (SDGs 13), menjaga ekosistem daratan (SDGs 15), serta membangun kemitraan untuk mencapai tujuan (SDGs 17).

Direktur PNUP, Prof. Rusdi Nur, S.ST., M.T., Ph.D menyatakan bahwa kampus memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi pelopor gerakan pelestarian lingkungan yang memberikan manfaat multipihak.
“Melalui tagline yang kita usung, PNUP ingin menegaskan bahwa setiap bibit yang kita tanam hari ini akan menjadi fondasi kuat bagi tiga pilar utama pembangunan, yaitu sosial, ekonomi, dan lingkungan. Ini adalah bukti konkret dari visi PNUP Berdampak yang manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” ujarnya sesaat mengikuti jalan santai
Ketua Senat PNUP, Prof. Dr. Ir. Muhammad Arsyad, M.T menilai aksi lingkungan ini dirancang untuk memberikan dampak komprehensif.
“Banyak manfaat yang dirasakan dalam aksi ini kedepan”. Ujarnya
Sebagai diketahui aksi penanaman pohon ini bernilai pada tiga sektor utama yakni :
• Dampak Lingkungan : Menambah luasan ruang terbuka hijau, memperbaiki kualitas udara, membantu penyerapan air tanah untuk mencegah banjir, serta menjaga keanekaragaman hayati setempat.
• Dampak Sosial : Membangun kesadaran kolektif dan budaya peduli lingkungan di kalangan mahasiswa, dosen, serta masyarakat sekitar melalui gotong royong dan edukasi ekologi.
• Dampak Ekonomi : Pohon yang ditanam mencakup jenis pohon produktif (seperti buah-buahan atau komoditas bernilai tinggi) yang hasilnya kelak dapat dikelola oleh warga sekitar atau komunitas binaan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi lokal.
Kegiatan ini melibatkan seluruh sivitas akademika dan mitra PNUP sebagai wujud dan komitmen membawa dampak dan kemajuan PNUP memasuki usia ke-39 tahun. Dengan sinergi yang kuat ini, PNUP berharap gerakan penanaman pohon ini dapat menjadi stimulus bagi institusi pendidikan lain untuk terus berkontribusi aktif dalam agenda global SDGs demi masa depan bumi yang lebih baik. (ist)

















