
NETSULSEL | Makassar, Sebuah inovasi membanggakan kembali lahir dari rahim Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Ir. Masrah Marang, alumni Jurusan Teknik UMI Angkatan ’90-an, sukses menciptakan kendaraan listrik (Molis) ramah lingkungan berupa bus kampus dan mobil ambulans.
Kedua armada masa depan ini secara resmi mulai beroperasi hari ini untuk melayani civitas akademika UMI dan operasional Rumah Sakit Ibnu Sina.
”Bismillah, dengan bangga dan secara resmi kami menggunakan dua produk alumni UMI yang membanggakan negeri,” ujar Prof. Zakir Sabara, Guru Besar UMI yang akrab disapa Kaka Prof, dengan nada penuh syukur.
Mengubah Krisis Menjadi Inovasi
Karya besar ini tidak lahir dari ruang hampa. Ada kisah inspiratif di balik terciptanya bus dan ambulans listrik tersebut. Kaka Prof menceritakan bahwa inovasi Ir. Masrah Marang dipicu oleh kegelisahan mendalam saat menyaksikan dampak kenaikan harga BBM, serta refleksi atas peristiwa bersejarah UMI pada 24 April silam.

Mantan Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UMI Periode 1994–1996 ini tidak mau tinggal diam melihat krisis energi. Ia memilih bergerak, merumuskan solusi, hingga akhirnya mendedikasikan diri sebagai peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Jejak Panjang Sang Pelopor Merek Listrik Lokal
Dedikasi Ir. Masrah di dunia teknologi ramah lingkungan sebetulnya sudah teruji waktu. Jauh pada tahun 2004 silam, ia telah berhasil mengembangkan mobil listrik Indonesia bernama Marlip.
Kini, di bawah bendera PT Marlip Indo Mandiri, konsistensinya membuahkan hasil manis. Kendaraan listrik karyanya tidak hanya resmi mengaspal di jalan raya, tetapi juga mencatatkan sejarah sebagai merek kendaraan listrik lokal pertama yang sukses mengantongi Sertifikat Uji Tipe Kendaraan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.
Mengharumkan Nama Almamater dan Bangsa
Bagi UMI, kehadiran bus dan ambulans listrik ini bukan sekadar penambahan fasilitas operasional, melainkan simbol dari reputasi global alumninya.
”Kisah beliau membuktikan bahwa alumni UMI tidak hanya sukses membangun karier secara personal, tetapi inovasi yang dihadirkannya mampu memberi solusi nyata bagi negeri, sekaligus mengharumkan nama Indonesia di bidang teknologi,” pungkas Prof. Zakir Sabara.
Langkah konkret Ir. Masrah Marang menjadi bukti nyata dari jargon yang digaungkan kampus ‘Hijau’ tersebut: Berdampak, bereputasi, dan membanggakan. Semoga inovasi ini memantik semangat generasi muda, khususnya mahasiswa teknik di seluruh Indonesia, untuk terus berkarya dan menjadi solusi bagi tantangan zaman.
Catatan Inspirasi: Kegelisahan terhadap masalah sosial dan lingkungan adalah bahan bakar terbaik untuk melahirkan sebuah inovasi yang berdampak luas.















