NETSULSEL | Makassar, Bagi seorang penegak hukum, ruang sidang mungkin merupakan medan tempur untuk membela hak-hak kemanusiaan. Namun, perjuangan menyempurnakan keadilan tidak berhenti di atas meja hijau. Dedikasi sejati menuntut keberanian untuk terus menggali ilmu, membawa pengalaman lapangan ke dalam mihrab akademik demi melahirkan hukum yang lebih berkeadilan dan humanis.
Semangat juang inilah yang diusung oleh Drs. H. Aldin, S.H., M.H. Praktisi hukum senior dan pengamat hukum kenamaan Kota Makassar ini membuktikan bahwa seluas apa pun pengalaman di lapangan, dahaga akan ilmu pengetahuan dan kepedulian terhadap pembaruan hukum tak boleh padam.

Pada Rabu, 5 Agustus 2026, ia akan melangkahkan kaki menuju mimbar Ujian Promosi Doktor Program Studi Ilmu Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI)—sebuah momentum penting yang bukan sekadar pencapaian akademis personal, melainkan wujud nyata dedikasinya dalam memperkaya khazanah ilmu hukum di kampus ternama Sulawesi Selatan tersebut.
Membawa Suara Keadilan dari Lapangan ke Mimbar Akademik
Dikenal luas atas kiprahnya yang berani dan kritis dalam menangani berbagai kasus litigasi serta merespons isu-isu hukum strategis di Sulawesi Selatan, Drs. H. Aldin membawa keresahan realitas hukum ke dalam penelitian ilmiahnya.
Di hadapan para dewan penguji dan akademisi, ia akan mempertahankan disertasinya yang berjudul:
”Rekonstruksi Regulasi Pemidanaan Suap dalam Tindak Pidana Korupsi yang Berbasis Nilai Keadilan dan Kepastian Hukum”
Penelitian ini lahir dari refleksi mendalam atas dinamika hukum di Indonesia:
Membongkar Ketimpangan: Menjawab persoalan samar antara batas suap dan gratifikasi, dinamika Operasi Tangkap Tangan (OTT), hingga disparitas hukuman yang sering kali melukai rasa keadilan masyarakat.
Tawaran Solusi Humanis: Menggagas konsep Integrative-Progressive Sentencing System—sebuah model pemidanaan berbasis kepastian dan keadilan yang menyatukan pembaruan norma, ketegasan prosedur, dan pedoman hukuman yang konsisten.
Langkah ini menjadi simbol perjuangan seorang advokat yang tidak hanya pandai bersilat kata di persidangan, tetapi juga mau berlelah-lelah merumuskan gagasan demi perbaikan sistem hukum nasional.
Panggilan Hadir, Perayaan Ilmu dan Kemanusiaan
Momen bersejarah ini terbuka bagi seluruh insan hukum, akademisi, rekan sejawat, dan masyarakat yang merindukan pembaruan hukum yang berkeadilan.
Hari Rabu, 5 Agustus 2026, yang dimulai Pukul 10.00 – 12.00 WITA, bertempat di Aula PJJ Lantai 1, Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Jl. Urip Sumoharjo No. 225, Makassar
Ujian promosi ini akan disaksikan langsung oleh pimpinan UMI, tim promotor, dewan penguji, rekan advokat, hingga tokoh masyarakat. Ujian ini diharapkan tidak hanya mengukuhkan gelar akademik semata, melainkan menjadi pemantik semangat bagi generasi muda hukum di UMI dan Indonesia untuk terus berjuang, belajar, dan mengabdi pada nilai-nilai kebenaran.(qas)











