
NETSULSEL | Makassar, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Kota Makassar menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Pengurus Tahun 2026 di Hotel Swiss-Belinn Panakkukang Makassar, Ahad (30/8/2026). Mengusung tema “Optimalisasi Peran Organisasi dan Kolaborasi Strategis untuk Mewujudkan Advokat yang Solid, Kompeten dan Berintegritas”, forum ini menjadi konsolidasi internal untuk merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan.
Ketua Panitia Rakercab, Dr. Mualimunsyah, S.H., M.H., menegaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan regulasi mengharuskan advokat untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memegang teguh martabat profesi. “Mari jadikan Rakercab ini sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas dan profesionalitas, menjaga marwah advokat, serta memperkokoh PERADI Makassar sebagai organisasi profesi yang berintegritas dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam penegakan hukum,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Makassar melalui Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Andi Irwan Bangsawan, yang berharap forum ini mampu melahirkan ide-ide unggul bagi kemajuan kota. Ia menyampaikan aspirasinya agar sinergi antara Pemkot dan PERADI Makassar semakin erat, khususnya dalam mempermudah akses pelayanan dan penegakan hukum bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Wakil Ketua DPN PERADI, Dr. H.M. Jamil Misbach, S.H., M.H., menyebut Rakercab sebagai wadah vital penyusunan program kerja dan rekomendasi strategis bagi para penegak hukum. “Diharapkan Rakercab dapat melahirkan keputusan yang mewakili keinginan para advokat sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum, khususnya di Kota Makassar,” ungkapnya.
Dari sisi pengembangan internal, Ketua DPC PERADI Makassar, Dr. H. Hasman Usman, S.H., M.H., AIIArb., menekankan pentingnya penguatan pendidikan dan etika profesi advokat. “Insyaallah pada September ini kami akan kembali melatih sekitar 250 calon advokat melalui Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Ini merupakan bagian dari kerja organisasi untuk membesarkan PERADI sekaligus menyiapkan advokat yang profesional,” paparnya.
Hasman juga memaparkan gagasannya untuk menggelar berbagai kegiatan serta seminar hukum berskala nasional di Kota Makassar. Langkah ini diharapkan dapat mendorong kemandirian dan efisiensi para advokat di Sulawesi Selatan agar tidak selalu bergantung pada agenda-agenda hukum di Jakarta.(ays)
















