Bawa Spirit Kolaborasi, Makassar Unjuk Gigi di Rakernas APEKSI 2026 Medan

Walikota Makassar Munafri Arifuddin turut hadir di ajang Apeksi 2026 di kota Medan

NETSULSEL | Medan, Kota Makassar kembali mengukuhkan eksistensinya di panggung nasional. Kali ini, Kota Daeng mengambil peran penting dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 yang digelar di Kota Medan, Sumatera Utara.

​Di bawah nahkoda Wali Kota Munafri Arifuddin, Pemerintah Kota Makassar tidak hanya datang sebagai peserta. Makassar hadir membawa misi besar: memperkuat jaringan antarkota sekaligus membagikan resep inovasi suksesnya kepada 97 kota lainnya di Indonesia.

Ruang Hangat untuk Saling Berbagi Praktik Baik
​Rakernas APEKSI bukan sekadar seremonial tahunan. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem, menjelaskan bahwa forum ini adalah ruang strategis untuk saling belajar.

​”Di dalam rangkaian Rakernas terdapat berbagai forum tematik yang menjadi wadah berbagi praktik baik antar pemerintah kota,” ujar Roem, didampingi Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP) dan Humas, Abdullah, pada Selasa (30/6/26).

​Edukasi lintas daerah inilah yang menjadi esensi utama. Wali Kota Munafri Arifuddin bersama Ketua TP PKK hadir langsung mengikuti agenda utama untuk menyelaraskan sinergi lokal demi menyukseskan program prioritas nasional.

Hebatnya, Makassar dipercaya menjadi narasumber di beberapa forum krusial
​Forum Lingkungan Hidup: Kepala Dinas Lingkungan Hidup Makassar, Helmi Budiman, memaparkan strategi pengelolaan lingkungan hidup pada Selasa (30/6/2026).

​Forum Komunikasi Digital (KomDigi), Pada 1–2 Juli 2026, Diskominfo Makassar bersanding dengan Diskominfo Kota Bandung untuk mengupas tuntas transformasi digital masa kini.

Mengintip Inovasi Makassar di Indonesia City Expo
​Bagi masyarakat yang penasaran dengan wajah baru Makassar, Pemkot Makassar membuka booth interaktif di Indonesia City Expo (ICE) yang berlangsung pada 1–3 Juli 2026 di Ballroom Hotel Santika Dyandra Medan.

​Booth ini menjadi etalase edukatif yang memperkenalkan program unggulan “Tujuh Sapta Mulia” serta berbagai terobosan pelayanan publik, seperti:

​LONTARA+ (Makassar Super Apps), Kemudahan layanan digital dalam satu genggaman.

​Mulia Berjasa & Iuran Sampah Gratis: Solusi sosial dan kebersihan untuk warga.

​Urban Farming & Penataan Kota, Konsep hijau berkelanjutan termasuk rencana pengembangan Stadion Untia.

Tak ketinggalan, ada sentuhan hangat dari Dekranasda Kota Makassar. Berbagai produk kerajinan kriya unik dan kuliner lezat khas Makassar hasil karya UMKM lokal ikut diboyong ke Medan. Langkah ini menjadi edukasi nyata tentang pentingnya mendukung ekonomi kreatif daerah agar naik kelas ke level nasional.

Merayakan Keberagaman Lewat Karnaval Budaya
​Sebagai penutup yang manis, delegasi Kota Makassar bersiap menyemarakkan Karnaval Budaya APEKSI pada malam hari tanggal 2 Juli 2026. Dengan balutan pakaian adat khas Sulawesi Selatan yang anggun dan sarat makna filosofis, Makassar ingin mengingatkan pentingnya menjaga akar budaya di tengah modernisasi.

​Melalui partisipasi aktif ini, Muhammad Roem berharap Makassar dapat memberikan warna tersendiri sekaligus membawa pulang wawasan baru untuk kemajuan pembangunan kota.

​Sebab pada akhirnya, kemajuan sebuah kota tidak dicapai dengan berjalan sendiri, melainkan melalui jembatan kolaborasi yang kokoh antardaerah. (ist)