Menembus Batas Keterbatasan, Kisah Melani, Mahasiswa Unismuh yang Bawa Laboratorium VR Fisika ke Jurnal Dunia

​Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) ini berhasil menciptakan sebuah inovasi revolusioner: Laboratorium Virtual Reality (VR) berbasis Meta Oculus untuk eksperimen fisika tingkat SMA.

NETSULSEL Makassar, Fisika seringkali dianggap sebagai momok menakutkan bagi para siswa di sekolah. Rumus yang rumit dan konsep abstrak seperti Spektrum Emisi Hidrogen kerap kali hanya berakhir sebagai barisan teks mati di buku pelajaran. Namun, di tangan Melani Putria Dewi Sari, dogma tersebut berhasil diruntuhkan.

​Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) ini berhasil menciptakan sebuah inovasi revolusioner: Laboratorium Virtual Reality (VR) berbasis Meta Oculus untuk eksperimen fisika tingkat SMA.

​Inovasi ini bukan sekadar alat peraga canggih, melainkan sebuah nilai juang dari seorang mahasiswa yang ingin membawa pendidikan Indonesia melompat ke masa depan, sekaligus menjawab tantangan keterbatasan fasilitas laboratorium di sekolah-sekolah daerah.

​Menghidupkan yang Abstrak Melalui Teknologi VR
​Dengan memanfaatkan perangkat Meta Oculus, Melani menyulap materi spektroskopi yang rumit menjadi sebuah pengalaman imersif yang interaktif. Siswa tidak lagi sekadar membayangkan, melainkan bisa “masuk” ke dalam laboratorium virtual dan berinteraksi langsung dengan fenomena spektrum emisi hidrogen layaknya praktikum nyata.

​”Melalui teknologi Virtual Reality, konsep-konsep fisika yang abstrak dapat divisualisasikan secara lebih nyata. Siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan fenomena fisika secara virtual,” ujar Prof. Hartono Bancong, M.Pd., Ph.D., Pembimbing I Melani, saat dikonfirmasi Senin (2/7/2026) di Kampus Unismuh Makassar.

​Bagi sekolah yang memiliki keterbatasan anggaran untuk membangun laboratorium fisik yang mahal, teknologi ciptaan Melani ini hadir sebagai juru selamat. Peserta didik tetap bisa merasakan pengalaman eksperimen kelas dunia tanpa terhalang sekat fasilitas.

​Nilai Juang Karya Cipta, Dari Makassar Menuju Jurnal Internasional Scopus Q2
​Sebuah karya inovasi teknologi akan jauh lebih bermakna jika diuji dengan standarisasi ilmiah yang ketat. Melani membuktikan bahwa karya ciptaannya bukan sekadar tugas akhir biasa, melainkan riset mendalam yang diakui dunia.

Melani sukses mencatatkan namanya sebagai penulis pertama dalam dua publikasi ilmiah bergengsi:

​Jurnal Nasional (SINTA 2): Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JPMIPA), lewat artikel bertajuk “Enhancing High School Spectroscopy Education: The Efficacy of a Virtual Reality Laboratory for Hydrogen Emission Experiments”.

​Jurnal Internasional Bereputasi (Scopus Q2): Physics Education, melalui artikel “The Effect of Virtual Reality-Based Experiments on Students’ Conceptual Understanding of the Hydrogen Emission Spectrum in High School”.

​Tidak berhenti sampai di situ, mahasiswa sarjana yang haus akan ilmu ini juga tengah menunggu hasil review untuk dua artikel ilmiah internasional terindeks Scopus lainnya. Sebuah rekam jejak akademik yang luar biasa untuk seorang mahasiswa tingkat sarjana (S1).

Konsistensi dan Dukungan yang Melahirkan Inovator
​Keberhasilan Melani adalah buah dari ketekunan, konsistensi, dan bimbingan yang tepat. Dr. Rahmawati, S.Pd., M.Pd., selaku Pembimbing II, menegaskan bahwa apa yang dicapai Melani berangkat dari kepekaan sosial terhadap kebutuhan riil siswa di sekolah.

​”Pengembangan media pembelajaran harus selalu didasarkan pada kebutuhan peserta didik dan perkembangan teknologi. Mahasiswa sarjana memiliki peluang besar untuk menghasilkan karya yang diakui di tingkat nasional maupun internasional apabila didukung dengan komitmen dan pendampingan yang baik,” tutur Dr. Rahmawati.

Menginspirasi Generasi Baru Inovator Pendidikan
​Ketua Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Unismuh Makassar, Dr. Ma’ruf, S.Pd., M.Pd., menyatakan rasa bangganya. Prestasi Melani adalah manifesto nyata bahwa Unismuh adalah ekosistem yang subur bagi lahirnya para periset dan inovator masa depan.

​”Prestasi yang diraih Melani membuktikan bahwa mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP Unismuh Makassar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional melalui inovasi dan penelitian yang berkualitas,” tegas Dr. Ma’ruf.

​Pendidikan Fisika Unismuh Makassar kini secara terbuka memanggil generasi muda, para calon mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada sains, teknologi, dan dunia penelitian, untuk bergabung dan mengikuti jejak Melani. Di era digital ini, guru tidak hanya dituntut untuk mengajar, tetapi juga menjadi pencipta teknologi pembelajaran. (ita)