
NETSULSEL | Makassar, Momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di UPTD SPF SMPN 46 Makassar menjadi sangat istimewa tahun ini. Bukan sekadar pengenalan kelas, para peserta didik baru justru diajak membentengi diri dari bahaya laten korupsi sejak dini. Lewat program edukatif Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang diinisiasi oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, aura semangat antikorupsi bergemuruh di Aula sekolah, Senin (13/7/2026).
Hadir sebagai pemateri, Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar, Djusman AR, membakar semangat para siswa dengan membedah esensi kejujuran. Menurutnya, sekolah adalah laboratorium terbaik untuk mencetak generasi masa depan yang bersih dan berintegritas.
”Korupsi bukan hanya soal uang dalam jumlah besar, tetapi sering kali berawal dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang tidak jujur di sekitar kita. Karena itu, mari kita bangun fondasi hidup jujur, disiplin, dan bertanggung jawab mulai hari ini di lingkungan sekolah,” tegas Djusman di hadapan ratusan siswa baru.
Membentuk Karakter dari Hal Kecil
Djusman memaparkan bahwa pendidikan antikorupsi tidak boleh sekadar menjadi teks di dalam buku pelajaran, melainkan harus mengakar dalam kehidupan sehari-hari—mulai dari rumah, ruang kelas, hingga lingkungan tempat bermain. Menanamkan keberanian untuk menyampaikan kebenaran dinilai sebagai investasi moral yang akan menjadi bekal berharga saat mereka terjun ke masyarakat kelak.
Suasana semakin hidup dan interaktif ketika Djusman mengajak seluruh siswa berdiri dan menggemakan yel-yel pemantik keberanian: “Lihat, Lawan, Laporkan!”
Dengan kepalan tangan dan penuh antusias, para siswa menyambut seruan tersebut. Yel-yel ini dirancang bukan sekadar jargon, melainkan sebuah komitmen psikologis agar para pelajar memiliki kepekaan kritis:
Lihat: Jeli melihat dan menyadari adanya tindakan penyimpangan atau ketidakjujuran di sekitarnya.
Lawan: Menolak keras dan tidak ikut-ikutan dalam tindakan yang merusak moral.
Laporkan: Berani mengadukan tindakan salah tersebut kepada pihak yang berwenang (guru atau orang tua).
Sinergi Hebat untuk Agen Perubahan
Djusman menaruh harapan besar agar para siswa baru ini mampu bertransformasi menjadi agent of change (agen perubahan) yang menularkan virus kebaikan dan kejujuran di lingkungan keluarga serta masyarakat luas.
Langkah inspiratif ini mendapat pengawalan ketat dan dukungan penuh dari para pemangku kebijakan. Kegiatan ini turut dihadiri dan disaksikan langsung oleh:
Munafri Arifuddin (Wali Kota Makassar)
Soetarmi, SH., MH. (Kasi Penkum Kejati Sulsel)
Achi Soleman, S.STP., M.Si. (Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar)
Andi Akhmad Muhajir Arif (Kabid SMP Disdik Makassar)
Hasdy, S.Si., M.Si. (Pengawas Sekolah)
Ikhsan, S.Pd., M.Pd. (Kepala UPTD SPF SMPN 46 Makassar)
Kehadiran para tokoh penting ini menjadi bukti nyata adanya sinergi yang kuat di Kota Makassar demi melahirkan generasi emas yang tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga kokoh secara moral, sadar hukum, dan berintegritas tinggi. (ist)









