Kolaborasi Elsevier–Unhas Perkuat Ekosistem Pengetahuan untuk Riset Berdampak

penerbit akademis terkemuka dunia, Elsevier, berkolaborasi erat dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar forum ilmiah akbar bertajuk East Indonesia Research Summit 2026. Pertemuan tingkat tinggi yang diselenggarakan di Unhas Hotel and Convention Center, Makassar,

NETSULSEL | MakassarLanskap penelitian global kini tengah bergeser dari sekadar mengejar kuantitas publikasi ilmiah menuju pembangunan ekosistem riset yang berintegritas dan berdampak nyata bagi peradaban. Menjawab tantangan transformatif tersebut, penerbit akademis terkemuka dunia, Elsevier, berkolaborasi erat dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar forum ilmiah akbar bertajuk East Indonesia Research Summit 2026. Pertemuan tingkat tinggi yang diselenggarakan di Unhas Hotel and Convention Center, Makassar, pada Selasa (14/7/2026) ini mengusung tema “Local Excellence to Global Impact: Advancing Research for the Sustainable Development Goals (SDGs)” guna menyatukan visi para akademisi, pustakawan, dan pembuat kebijakan.

​Dalam forum prestisius tersebut, Strategic Engagement Manager Elsevier, Dr. Johan Jang, memperkenalkan LeapSpace—sebuah solusi mutakhir berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang dirancang untuk mengoptimalkan efektivitas proses penelitian dari awal hingga akhir. Dr. Johan menekankan pentingnya pemanfaatan AI secara bertanggung jawab demi menjaga marwah dan integritas akademis institusi. “Melalui LeapSpace, Elsevier mendorong pemanfaatan AI untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data, mempercepat lahirnya inovasi, serta meningkatkan kontribusi penelitian terhadap pencapaian SDGs,” jelas Dr. Johan Jang saat membawakan materinya.

​Langkah inovatif ini didukung sepenuhnya oleh Regional Director Elsevier Southeast Asia & Australia-New Zealand (ANZ), Omar Malik. Ia menegaskan komitmen kuat Elsevier dalam mengawal penguatan kapasitas riset nasional, mengingat Indonesia memiliki potensi sumber daya alam, biodiversitas, dan kemaritiman yang luar biasa melimpah untuk dikaji. “Kolaborasi adalah fondasi utama dalam membangun penelitian berkualitas. Ketika institusi, peneliti, dan sumber pengetahuan saling terhubung erat, peluang untuk melahirkan inovasi yang berdampak sosial nyata bagi masyarakat luas akan semakin terbuka lebar,” terang Omar optimis.

​Sebagai mitra strategis, Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. (Prof. JJ), menyambut baik sinergi ini sebagai momentum emas untuk mendongkrak budaya riset global di wilayah Indonesia Timur. Dengan dukungan penyediaan akses literatur berskala internasional seperti platform ScienceDirect, peneliti Unhas kini memiliki bekal mutakhir untuk bersaing di panggung dunia. “Kolaborasi ini menjadi kesempatan yang luar biasa baik untuk memperkuat budaya riset di Unhas. Akses terhadap referensi ilmiah yang kredibel akan mendukung lahirnya penelitian yang jauh lebih inovatif dan berdaya saing global,” tutur Prof. JJ dengan antusias.

​Selain mengupas pemanfaatan AI, KTT Riset ini juga mendiskusikan berbagai isu krusial seperti penguatan integritas riset, perluasan visibilitas publikasi global, serta pemanfaatan data riset secara optimal demi melahirkan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Melalui integrasi data yang komprehensif, luaran riset yang dihasilkan oleh perguruan tinggi diharapkan tidak lagi sekadar berujung sebagai arsip pustaka, melainkan mampu menjadi katalisator solusi praktis yang menjawab langsung tantangan lingkungan, ekonomi, dan sosial masyarakat secara inklusif.

​Melalui momentum kolaborasi erat antara Elsevier dan Universitas Hasanuddin ini, ekosistem pengetahuan di kawasan Indonesia Timur diproyeksikan tumbuh secara akseleratif dan berkelanjutan. Sinergi ini sekaligus menjadi pijakan kuat untuk membuktikan bahwa keunggulan lokal (local excellence) yang dikelola dengan standar metodologi dunia mampu memberikan dampak global nyata (global impact) demi mendukung tercapainya target-target pembangunan berkelanjutan nasional. (duppa)