
NETSULSEL | Makassar, Dua jenazah korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Nurul Salsa akhirnya tiba di Dermaga Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, setelah menempuh perjalanan laut belasan jam menggunakan Kapal KN SAR Kama Jaya.
Setibanya di dermaga, kedua kantong jenazah langsung diserahterimakan dari Tim SAR Gabungan kepada Tim DVI Biddokkes Polda Sulawesi Selatan untuk selanjutnya dilarikan ke Posko DVI menggunakan ambulans guna menjalani proses identifikasi mendalam.
Terbawa Arus Laut Hingga ke Perairan Pangkep
Kedua korban ditemukan mengapung di sebelah timur Pulau Sanane Besar, Desa Sabalana, Kecamatan Tumpa Biring, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Jarak ditemukannya korban cukup jauh dari titik awal tenggelamnya kapal di wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Selayar.
Saat ditemukan oleh warga dan tim penyisir pada hari ketujuh pencarian, kedua jenazah masih mengenakan pelampung keselamatan berlogo KM Nurul Salsa. Namun, akibat terombang-ambing di laut selama berhari-hari, kondisi fisik kedua jasad sudah mengalami pembusukan lanjut dan sulit dikenali secara kasat mata.
”Kondisi jenazah memang sudah sulit diidentifikasi secara visual karena terlalu lama terendam air laut. Oleh karena itu, evakuasi langsung diarahkan ke Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel di Makassar untuk uji DNA maupun data medis odontologi (gigi) dan ante mortem keluarga,” ujar petugas SAR di lokasi evakuasi.
Kronologi Tragedi KM Nurul Salsa: Mati Mesin Berujung Maut
Sebelumnya, KM Nurul Salsa bertolak dari Pelabuhan Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, ibu kota Kabupaten Kepulauan Selayar pada Rabu pekan lalu. Kapal naas tersebut memuat total 78 orang penumpang dan anak buah kapal (ABK).
Namun di tengah pelayaran, kapal mengalami gangguan teknis berupa mati mesin total. Di saat bersamaan, cuaca buruk dan hantaman gelombang tinggi membuat kapal terombang-ambing hingga akhirnya tenggelam di laut lepas.
Dari total 78 penumpang, sebagian besar berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat pada awal kejadian. Namun, tragedi tersebut menyisakan duka lantaran puluhan orang lainnya terseret arus deras.
Operasi SAR Resmi Diperpanjang 3 Hari
Dengan ditemukannya dua jenazah di perairan Pangkep pada hari ketujuh pencarian, Tim SAR Gabungan memutuskan untuk memperpanjang masa Operasi SAR yang semula dijadwalkan berakhir hari ini.
Pencarian akan ditambah hingga tiga hari mendatang dengan fokus memperluas radius penyisiran di perairan Pangkep, Selayar, hingga perairan sekitarnya mengikuti arah pola arus dan angin laut.
Hingga berita ini diturunkan, tercatat masih ada 16 korban yang dinyatakan hilang dan terus diupayakan pencariannya oleh Tim SAR Gabungan. (syam)











