NETSULSEL | Makassar, Peta persaingan menuju kursi panas Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) mendadak bergeser ekstrem. Momentum Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Sulsel 2026 kini sepenuhnya berada di bawah kendali Ilham Arief Sirajuddin (IAS) yang langsung tancap gas tanpa lawan sepadan. Di sisi lain, sang rival utama, Munafri Arifuddin alias Appi, justru harus menelan pil pahit, batal maju, terganjal syarat administrasi, dan kini disebut-sebut hanya bisa pasrah menanti waktu untuk angkat kaki dari partai beringin rindang.
Sinyal kekalahan sebelum bertarung ini ditiupkan langsung oleh orang dekat lingkaran elit Golkar. Ketua Golkar Takalar, Zulkarnain Arif, membongkar kenyataan pahit bahwa Appi bukan sekadar mundur dari pencalonan, melainkan sudah bersiap melayangkan surat pamit dari Golkar pasca-ibadah umrah.
”Pak Appi sekaligus nanti akan pamit dari Golkar sekembalinya dari Umrah. Itu penyampaian terakhir ke saya,” ungkap Zulkarnain dengan nada dingin, Rabu (15/7/2026).
Terjepit Regulasi, Layu Sebelum Berkembang, Kalah Sebelum Berlaga
Publik membaca mundurnya Appi bukan sekadar urusan teknis administrasi biasa, melainkan sebuah kekalahan taktis yang telak. Appi kehabisan napas bahkan sebelum peluit pertandingan ditiupkan.
Langkah Appi resmi terhenti karena tidak mampu memenuhi Poin 7 dari 13 syarat ketat yang dirilis panitia—yaitu kewajiban melampirkan fotokopi sertifikat atau piagam kaderisasi resmi yang diterbitkan oleh Partai Golkar.
Ketidakmampuan memenuhi syarat dasar ini memicu spekulasi liar di akar rumput: apakah Appi memang sudah merasa kalah sebelum bertarung?
Tanpa adanya pengembalian formulir, asa kubu Appi dipastikan runtuh seketika. Kekecewaan mendalam pun tak bisa ditutupi, mengingat loyalisnya telah bergerak mengambil formulir di Jalan Amanagappa beberapa waktu lalu. Saat dikonfirmasi mengenai kepasrahan dan rencana hengkang ini, pihak Appi hanya bisa bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi.
Mesin Politik IAS, Gas Pol, Satukan Generasi, Kuasai Panggung
Sementara kubu lawan sedang dirundung nestapa dan bersiap angkat koper, mesin politik Ilham Arief Sirajuddin (IAS) justru sedang panas-panasnya. IAS langsung melakukan manuver ofensif, memperlihatkan kesiapan mental dan kekuatan infrastruktur politik yang solid.
Pengambilan formulir IAS tidak tanggung-tanggung. Diwakili oleh sang putra, Amirul Yamin Ramadhansyah (Iyul), rombongan IAS datang dengan pesan politik yang sangat menekan dan penuh percaya diri.
Simbol Lintas Generasi, Rombongan IAS sengaja dikomandoi oleh figur muda (Iyul) bersama politisi senior Saad Iranda Dollar (58).
Pesan Dominasi: Manuver ini mengirimkan pesan psikologis yang jelas ke daerah-daerah: IAS siap merangkul seluruh faksi dan generasi di Golkar Sulsel tanpa menyisakan ruang bagi keraguan.
”Ini adalah simbol lintas generasi. Semua generasi insya Allah punya ruang setara di bawah Beringin Rindang jika IAS dipercaya memimpin Golkar,” tegas Iyul dengan nada optimistis.
Dengan batal majunya Appi yang kini tinggal menghitung hari untuk berpamitan, jalan IAS menuju takhta Beringin Sulsel kini diprediksi bakal mulus tanpa hambatan berarti. Musda Golkar Sulsel kali ini menjadi panggung pembuktian: siapa yang siap bertarung habis-habisan, dan siapa yang terpaksa mundur teratur digulung keadaan. (ita)











