Antara Ngantuk dan Cinta Buta, Mahasiswa Asal Enrekang Kritis Usai Cium Pantat Truk yang Sedang Antre BBM

NETSULSEL | Makassar, Definisi kurang fokus tampaknya sukses bergeser ke level yang lebih ekstrem. Alih-alih fokus melihat jalanan ibukota yang lengang di sepertiga malam, seorang mahasiswa asal Kabupaten Enrekang justru memilih untuk “menaruh perhatian penuh” pada bagian belakang sebuah mobil truk.

​Akibat aksi salah fokus yang berujung tragis sekaligus mengundang elus dada ini, sang mahasiswa dikabarkan harus pasrah terbaring kritis di rumah sakit.

Kronologi Kejadian, Ketika Sepeda Motor Mengajak Truk Kenalan
​Peristiwa “tabrak bokong” ini terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepat di depan SPBU Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, pada Jumat (3/7/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WITA. Saat sebagian besar warga Makassar sedang asyik bermimpi, dua orang mahasiswa ini justru sedang menguji nyali—atau mungkin menguji ketahanan helm mereka.

​Kanit Gakkum Lantas Polrestabes Makassar, Iptu Ismail, mengonfirmasi insiden romantis yang salah sasaran ini.

​”Benar, kejadiannya Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WITA,” ujar Iptu Ismail dengan nada serius saat ditemui di Posko Laka Lantas Karebosi, Jumat menjelang petang tadi.

​Menurut penjelasan pihak kepolisian, kedua mahasiswa ini sedang berboncengan mengendarai sepeda motor. Diduga karena mata sudah 5 watt atau pikiran sedang melayang memikirkan tugas akhir (atau cicilan kosan), sang pengendara kehilangan kendali atas motornya. ​Di depan mereka, sebuah truk besar sedang parkir manis, mengantre dengan sabar untuk mengisi BBM. Alih-alih mengerem, motor tersebut justru melaju mulus tanpa ragu, menghantam “pantat” truk yang tebal dan perkasa itu.

Kondisi Korban dan Nasib Sopir Truk yang Apes
​Akibat kecelakaan “adu banteng versus bokong” ini, kendaraan korban mengalami kerusakan, sementara sang pengendara utama yang merupakan mahasiswa asal Enrekang dilaporkan harus dilarikan ke Rumah Sakit dalam kondisi kritis. Sementara satu rekannya yang dibonceng tampaknya langsung tersadar dari kantuknya secara instan.

​”Dua orang korban adalah mahasiswa asal Kabupaten Enrekang. Satu orang masih kritis dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit,” tambah Iptu Ismail.

​Siapa yang Salah? Truk Diam Pun Tetap Kena Ciduk
​Hukum fisika mengatakan: siapa yang menabrak, dia yang merasakan sakitnya. Namun hukum lalu lintas berkata lain. Meski statusnya adalah

“korban ditabrak dari belakang” saat sedang diam mengantre, sang sopir truk beserta armada besarnya tetap harus ikut “terseret” ke kantor polisi.

​Saat ini, pihak Satlantas Polrestabes Makassar telah mengamankan barang bukti berupa mobil truk dan sopirnya untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, untuk mengetahui apakah sang mahasiswa murni mengantuk, atau memang silau oleh pesona bagian belakang truk tersebut.

​Pesan moral hari ini: Jika Anda berkendara di malam hari dan merasa jalanan berbayang, segeralah menepi untuk tidur, bukan malah menyundul truk yang sedang antre solar. Sebab, pantat truk tidak se-empuk kasur kosan Anda! (ita)