Padi Menjerit Kehausan disawah, Dua “Maling Penyedot Air” Diringkus Resmob Polres Bone Saat Subuh Buta

sketsa dengan imjainasi AI

NETSULSEL | Bone, Nasib apes menimpa tanaman padi di Desa Mallari. Di saat butuh-butuhnya pasokan air agar bisa tumbuh subur dan makmur, mesin pompa air yang menjadi “jantung” irigasi malah raib digondol maling. Beruntung, Tim Resmob Satreskrim Polres Bone bergerak secepat kilat sebelum para padi mati kekeringan meratapi nasib.

​Kisah kriminalitas bermula saat korban bernama Suardi (48) hendak menengok sawahnya di Dusun V Nipa. Alangkah terkejutnya ia saat melihat mesin pompa air merek Sark Tanikaya kesayangannya di samping saluran irigasi sudah lenyap tanpa permisi. Selang airnya ditinggalkan begitu saja dalam kondisi “patah hati”. Akibat ulah tega pelaku, Suardi harus menelan kerugian Rp4,2 juta dan bayang-bayang gagal panen di depan mata.

​Ogah meratapi nasib sendirian, Suardi langsung melapor ke Polres Bone. Laporan ini pun direspons serius oleh aparat, karena urusan perut petani dan ketahanan pangan adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar.​

Gerebek Subuh, Pelaku Auto Tobat

Dipimpin langsung oleh Kanit Resmob Aiptu Tahir bersama personel Polsek Awangpone, polisi langsung melakukan pelacakan secara estetik berdasarkan keterangan para saksi. Hasilnya? Identitas dua oknum pengganggu ketenteraman sawah ini langsung mengudara.

​Dua pemuda yang diduga kuat tega membuat padi kehausan tersebut adalah DNL (23), warga lokal Dusun Nipa, dan rekannya AS (30) yang nekat bertandang jauh-jauh dari Kelurahan Waetuo.

​Tak butuh waktu lama bagi korps berbaju cokelat untuk meringkus keduanya. Tepat hari Jumat sekitar pukul 05.00 Wita di saat ayam baru saja mau berkokok dua pelaku ini dibangunkan secara paksa dari mimpi indahnya oleh Unit Resmob di Dusun Nipa.

​”Dari hasil interogasi, kedua terduga pelaku mengakui telah mencuri mesin pompa air milik korban. Petugas juga mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji K.

​Kini, kedua pelaku bersama barang bukti mesin pompa yang gagal dijual itu sudah mendekam di Mapolres Bone untuk menjalani proses penyidikan. Impian mereka untuk menikmati uang haram pun “ludes” tersedot jeruji besi.

Apresiasi untuk Polres Bone, Penjaga Asa Para Petani

​Keberhasilan Polres Bone dalam mengungkap kasus ini bukan sekadar keberhasilan menangkap pencuri barang senilai jutaan rupiah. Ini adalah pembuktian komitmen Polri dalam menjaga stabilitas ekonomi mikro di akar rumput. Dengan sigapnya polisi meringkus pelaku, harapan para petani untuk melangsungkan masa panen kembali terselamatkan. Gerak cepat Resmob Bone menjadi bukti nyata bahwa negara hadir melindungi keringat para pejuang pangan.

​Mencegah kejadian serupa terulang, Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra, memberikan tips jenaka namun serius bagi para petani. Ia mengimbau agar peralatan pertanian tidak ditinggal sembarangan di sawah tanpa pengamanan ekstra. Kalau perlu, setelah dipakai, mesin pompa diajak “pulang bersama” ke rumah.

​”Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan, segera hubungi Call Center Polri 110 yang aktif 24 jam gratis,” pungkas Iptu Rayendra. (qas)