
NETSULSEL | Gowa, Polemik Hak Angket di DPRD Kabupaten Gowa yang dinilai mengambang tanpa kejelasan akhirnya memicu reaksi keras dari internal partai koalisi pemerintah. Wakil Sekertaris DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Gowa, Jabal Nur, melayangkan surat terbuka yang menohok jajaran wakil rakyat di Sungguminasa, Sabtu (25/7/2026).
Jabal Nur menyoroti dinamika legislatif yang dinilainya terjebak dalam drama politik tak berkesudahan. Sebagai politisi dari partai pengusung Pemerintah Kabupaten Gowa, ia menilai DPRD seolah tidak memiliki niat baik (good will) untuk segera menyudahi isu Hak Angket.
”Publik hari ini menyimak. Jangan sampai masyarakat berkesimpulan bahwa energi, waktu, dan anggaran dewan habis hanya untuk memelihara kegaduhan politik, sementara agenda pelayanan rakyat justru dikesampingkan,” tegas Jabal Nur.
Tantang Buka-Bukaan Anggaran dan Live Streaming
Tidak berhenti pada kritik politik, Jabal melayangkan tantangan terbuka terkait transparansi internal lembaga dewan. Ia mendesak Sekretariat Dewan (Sekwan) dan seluruh unsur pimpinan DPRD Gowa untuk berani transparan soal penggunaan anggaran operasional legislatif.
Menurutnya, jika DPRD begitu gencar menggunakan hak pengawasannya terhadap eksekutif melalui Hak Angket, maka DPRD juga harus berani menerapkan standar keterbukaan yang sama pada diri mereka sendiri.
Dalam surat terbukanya, Jabal menyuarakan tiga tuntutan utama:
Rapat Anggaran Secara Live: Menuntut setiap pembahasan anggaran di DPRD Gowa disiarkan secara langsung (live streaming) di seluruh akun media sosial resmi DPRD agar rakyat tahu kemana arah alokasi APBD.
Transparansi Dana Reses dan Perjalanan Dinas: Mendorong Sekwan mengumumkan secara terbuka rincian biaya reses, perjalanan dinas, serta hak-hak keuangan unsur pimpinan dan anggota dewan.
Kembali Fokus ke Masyarakat: Meminta anggota dewan menyudahi manuver politik dan lebih banyak turun ke lapangan membawa manfaat nyata dari gaji serta bonus yang dialokasikan dari uang rakyat.
Fokus pada Kepentingan Rakyat
Jabal menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik adalah kunci untuk membendung prasangka buruk masyarakat terhadap lembaga perwakilan rakyat.
”Sudahi drama politik yang tidak produktif. Sudah saatnya Bapak dan Ibu Anggota Dewan kembali fokus ke bawah, menyapa konstituen, dan membuktikan keberpihakan anggaran untuk rakyat Gowa,” pungkasi Jabal.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pimpinan maupun Sekretariat DPRD Kabupaten Gowa belum memberikan tanggapan resmi terkait surat terbuka yang dilayangkan oleh politisi PAN tersebut. (ita)















