Menyalakan Api Kreativitas di Jalan Nusantara, MCH Kedua Jadi Bukti Nyata Ruang Bertumbuh Pemuda Makassar

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, harapan menghadirkan ruang kolaborasi, edukasi, dan akselerasi kini berdiri megah di kawasan sejarah Kota Daeng. Suasana penuh optimisme mewarnai peluncuran Makassar Creative Hub (MCH) kedua bertajuk “Nabuka Nusantara” di Jalan Nusantara, Kecamatan Wajo.

NETSULSEL | Makassar, Sebuah komitmen besar untuk memajukan pemuda dan ekosistem ekonomi kreatif kembali diwujudkan oleh Pemerintah Kota Makassar. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, harapan menghadirkan ruang kolaborasi, edukasi, dan akselerasi kini berdiri megah di kawasan sejarah Kota Daeng. Suasana penuh optimisme mewarnai peluncuran Makassar Creative Hub (MCH) kedua bertajuk “Nabuka Nusantara” di Jalan Nusantara, Kecamatan Wajo. Momen bersejarah ini ditandai dengan dentuman penabuhan gendang oleh Wali Kota yang akrab disapa Appi, menandai terbukanya pintu baru bagi anak muda Makassar untuk meretas masa depan dan mengasah karya terbaik mereka.

​Peresmian MCH Nusantara bukan sekadar seremoni fisik belaka, melainkan simbol keberlanjutan keberhasilan MCH pertama di kawasan Pantai Losari yang telah menjadi pusat lahirnya ratusan kegiatan positif. Dalam suasana haru dan gembira, Appi membagikan semangatnya saat meresmikan fasilitas anyar tersebut. “Pada malam hari ini saya begitu gembira karena apa yang lama kita nantikan, kita cita-citakan, malam hari ini bisa terwujud dan kita resmikan bersama. Ini adalah Creative Hub kedua yang dihadirkan oleh Pemerintah Kota Makassar sebagai infrastruktur utama untuk mendukung segala kegiatan anak muda,” ungkap Munafri Arifuddin di hadapan para tokoh dan pemuda yang hadir.

​Langkah ini juga menjadi ajang pembuktian atas keraguan yang sempat membayangi kemunculan MCH di awal programnya. Melalui kerja keras dan konsistensi, MCH terbukti mampu menjawab kebutuhan zaman dengan menjadi wadah inklusif bagi pencari kerja, pemberi kerja, hingga para pelaku ekonomi kreatif lokal, nasional, maupun internasional. “Dulu sempat ada negative tone. Tapi kami buktikan bahwa tempat ini dipakai anak-anak muda untuk upskilling dan upgrading kemampuan mereka. Bahkan menjadi salah satu tujuan belajar bagi saudara-saudara kita dari berbagai daerah di Indonesia,” tambah Appi mengenang perjalanan ruang kreatif tersebut.

​Kehadiran MCH Nusantara diproyeksikan menjadi magnet baru dalam melahirkan inovasi digital, kebudayaan, serta wirausaha muda berdaya saing tinggi. Dengan fasilitas modern yang disediakan, tempat ini disiapkan menjadi jembatan antara gagasan kreatif dan kebutuhan industri masa kini. MCH dirancang bukan hanya sebagai gedung pertemuan, melainkan sebagai ekosistem hidup yang mempertemukan ide-ide segar dengan kesempatan nyata agar anak muda Makassar sanggup berdiri sejajar dengan pelaku kreatif di kancah global.

​Guna memastikan kebebasan berekspresi tetap terjaga tanpa terikat kaku oleh aturan administratif, Appi menegaskan batas tegas antara peran pemerintah dan kemandirian para pemuda. Beliau menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah agar tidak mengintervensi kreativitas yang sedang tumbuh di dalamnya. “Pemerintah hanya menjadi fasilitator. Jangan bawa alur birokrasi ke dalam Creative Hub ini. Biarkan anak-anak muda yang mengurus dan mengembangkan sesuai dengan kebutuhan mereka,” tegas Wali Kota Makassar tersebut.

​Dengan diresmikannya MCH kedua ini, akselerasi pembangunan manusia di Kota Makassar kian mantap melangkah ke depan. Pemerintah Kota Makassar bahkan tidak berhenti di sini dan menargetkan berdirinya tiga unit MCH dalam tahun ini sebagai komitmen jangka panjang. Kehadiran MCH Nusantara diharapkan menjadi embrio lahirnya ribuan event positif dan inovasi karya anak bangsa, membuktikan bahwa ketika pemuda diberi kepercayaan dan fasilitas, mereka siap menguncang dunia dengan karya nyata. (qas)