Kandea Membara, Kebakaran Dahsyat Ludeskan 37 Rumah di Bontoala Makassar, 245 Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Kebakaran kali kesekian melanda kawasan padat penduduk di jalan kandea, bontoala Makassar

NETSULSEL | Makassar, Kawasan pemukiman padat penduduk di Jalan Kandea 3 Lorong 2 dan 3, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, mendadak mencekam pada Senin (10/8) malam. Kobaran api yang berkobar hebat dengan cepat merambat dari rumah ke rumah, meng hanguskan sedikitnya 37 unit kediaman warga dan memaksa 245 jiwa mengungsi di tengah kepulan asap tebal.

​Laporan dari lapangan dan unggahan warga di media sosial memperlihatkan kepanikan membuncah saat api membesar dengan cepat. Konstruksi bangunan yang mayoritas semi-permanen serta posisi antar-rumah yang berdempetan di lorong sempit menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Puluhan armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Makassar dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah agar tidak meluas ke pemukiman sekitar. Diduga kuat, pemicu kebakaran bersumber dari korsleting arus pendek listrik di salah satu rumah warga.

​Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Fadli Tahar, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, meski dua orang warga dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis.

​”Untuk sementara berdasarkan asesmen anggota di lapangan, ada 245 warga dari 60 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak kebakaran. Dari 37 unit rumah yang terdampak, rincian kerusakannya meliputi 25 unit rusak berat, 7 unit rusak sedang, dan 5 unit rusak ringan. Sebaran kerusakan mencakup 20 rumah di RT 03/RW 04 dan 17 rumah di RT 04/RW 04,” ungkap Fadli pada Selasa.

​Pasca-pemadaman, BPBD Kota Makassar bersama pihak kelurahan dan instansi terkait langsung bergerak cepat mendirikan posko darurat serta melakukan pendataan menyeluruh. Fokus utama penanganan saat ini tertuju pada penyaluran bantuan logistik primer, pendirian tenda pengungsian, dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

​“Setelah api berhasil dikendalikan, fokus kami adalah memastikan kondisi warga, mendata kerusakan dan kebutuhan mendesak, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, balita, lansia, serta ibu hamil,” jelas Fadli.

​Saat ini, lokasi kebakaran telah dipasangi garis polisi untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Gelombang bantuan kemanusiaan dari relawan, komunitas lokal, hingga warga sekitar terus berdatangan ke posko pengungsian Jalan Kandea untuk menyalurkan pakaian layak pakai, makanan siap saji, obat-obatan, dan perlengkapan bayi.(duppa)